Rahasia Atlet Berkuda Berbakat Dinov Berjaya di FEI CSIs International Jumping Competition 2025

Dinov meraih tiga emas, dua perak dan satu perunggu saat tampil di Pulomas pada 21 dan 22 Juni 2025.

OlehThomas
Diperbarui 29 Juni 2025, 07:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Atlet berkuda berbakat Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih alias Dinov tampil luar biasa di FEI CSIs International Jumping Competition 2025 di yang berlangsung di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, 21-22 Juni 2025.

Dinov mampu memenangkan gelar juara kelas 115 cm Piala Gubernur DKI Jakarta yang berlangsung bersamaan dengan FEI CSIs International Jumping Competition 2025. Pemuda kelahiran 22 April 2010 itu juga sukses podium saat turun di FEI CSIs International Jumping Competition 2025 dari nomor 110 sampai 130 cm.

Ketika itu Dinov menjadi yang terbaik pada Jumping FEI CSIJ-A International 110cm 14-18 tahun, Jumping FEI CSIJ-A International 115cm 14-18 tahun (Piala Gubernur) dan Jumping FEI CSI 1* International 115cm. Kemudian dia meraih medali perak sebanyak dua kali, dan satu perunggu.

"Tantangan di ajang kemarin lebih ke diri sendiri. Kalau pertandingan saya harus lebih fokus sama diri sendiri. Pelatih berpesan yang penting fokus saja dan kerjakan yang terbaik. Saat itu saya sudah yakin bisa raih emas dan podium," ujar Dinov kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).

Kesuksesan di FEI CSIs International Jumping Competition 2025 Juni ini menambah panjang prestasi emas yang sudah ditorehkan Dinov di cabang olahraga berkuda. Di tahun 2025 ini saja, Dinov sudah merebut 12 medali emas, sembilan perak dan tujuh perunggu.

Dinov sebenarnya baru empat tahun menekuni karier sebagai atlet berkuda. Hasilnya sudah sangat luar biasa. Dinov mendapatkan total 165 medali emas dari kejuaraan yang berlangsung di Indonesia.

Latihan Dinov di Bogor

Adapun untuk kejuaraan luar negeri, Dinov telah merebut 17 medali emas, sembilan perak dan tiga perunggu. Pada usia 12 tahun, Dinov sudah mewakili Indonesia di Eropa pada kelas Show Jumping CSI1* 120 cm—kelas profesional yang umumnya diikuti atlet dewasa. Prestasi itu menjadikannya atlet Indonesia termuda yang berlaga di level internasional pada ketinggian rintangan tersebut.

Kesuksesan itu tak lepas dari latihan keras Dinov di DNV Equestrian yang terletak di Megamendung, Bogor. Dinov setiap akhir pekan rutin berlatih bersama sekitar tujuh kuda yang dimilikinya. Dinov digembleng pelatih Albert Palealu alias Abe.

"Dinov latihannya biasanya sih di weekend selalu di weekend. Tapi di situ dia bukan cuma naik satu ekor seperti tadi yang saya bilang dia bisa naik sampe tujuh sampai delapan ekor kuda sehari. Satu kuda bisa latihan setengah jam. Jadi sehari Dinov berlatih bisa tiga jam lebih," ujar Albert.

Dukungan Tim dan Keluarga

Karier Dinov di olahraga berkuda mendapat dukungan dari orang tuanya. Mereka selalu hadir menyaksikan perjuangan Dinov di equestrian.

"Kami sangat puas sekali dengan hasil Dinov di Pulomas kemarin karena dari semua kuda yang Dinov bawa semuanya podium. Dinov berhasil meraih tiga emas, dua perak dan satu perunggu," ujar ibunda Dinov, Riyanti Kutty Nurinda.

"Untuk meraih kemenangan itu pada dasarnya itu diraih berkat team work. Tidak ada Dinov bisa menang sendiri. Di berkuda atletnya ada dua, rider dan kudanya. Harus digarisbawahi bahwa dari sesi rider kedisiplinan dan latihan fisik setiap hari. Kalau kuda kita harus perhatikan perawatan kudanya, pakan kudanya, gizi kudanya dan latihan keseharian kudanya yang sudah kita program dengan pelatih. Senin sampai Jumat pelatih melakukan latihan bersama kuda. Weekend Dinov menaiki kuda yang sudah siap dipakai," sambung Riyanti.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan