Auckland City vs Boca Juniors: Mencari Pelipur Lara, Mengejar Keajaiban

Dengan Bayern Munchen sudah memastikan tempat di fase gugur dan Benfica unggul tiga poin, Boca berada di posisi genting.

Diperbarui 24 Juni 2025, 10:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Boca Juniors akan menjalani laga hidup-mati saat bersua Auckland City pada matchday terakhir Grup C Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan ini akan digelar di Geodis Park, Nashville, pada Rabu, 25 Juni 2025 pukul 02.00 WIB. Bagi Boca, kemenangan besar jadi syarat mutlak jika masih ingin melangkah ke babak 16 besar.

Dengan Bayern Munchen sudah memastikan tempat di fase gugur dan Benfica unggul tiga poin, Boca berada di posisi genting. Klub asal Argentina itu baru mengoleksi satu poin dari dua laga dan terpaut tujuh gol dalam selisih gol dari Benfica. Hanya kemenangan telak yang bisa membuka peluang mereka, sambil berharap keajaiban dari laga Bayern kontra Benfica.

Di sisi lain, Auckland City sudah tersingkir. Klub asal Selandia Baru itu jadi juru kunci setelah menelan dua kekalahan dengan total kebobolan 16 gol. Meski begitu, mereka masih punya satu misi terakhir: mencetak gol perdana, mencari pelipur lara, dan mengakhiri turnamen dengan kepala tegak.

Boca Butuh Lebih dari Sekadar Menang

Hasil imbang melawan Benfica dan kekalahan tipis 1-2 dari Bayern Munchen membuat Boca Juniors kehilangan kontrol atas nasib mereka. Miguel Merentiel sempat membalas gol Harry Kane di Miami, tapi Bayern sukses mencetak gol penentu dan memutus rekor tak terkalahkan tim Amerika Selatan di turnamen ini. Kini, Boca harus menang besar dan berharap Benfica kalah dari Bayern.

Kemenangan saja belum tentu cukup bagi Boca. Mereka wajib membalikkan selisih tujuh gol dari Benfica untuk bisa naik ke peringkat dua. Jika kedua tim nanti sama dalam poin dan selisih gol, maka klasemen akan ditentukan lewat kriteria Fair Play.

Skenario itu terdengar sulit, tetapi bukan mustahil. Auckland City sudah kebobolan rata-rata delapan gol per laga dan Boca bisa saja mengulang kekejaman Bayern. Namun, semua bergantung pada performa lini depan Boca, dan ketajaman Merentiel bisa kembali jadi senjata utama.

Auckland City: Tersingkir, tapi Belum Berakhir

Ini adalah pertemuan ketiga antara wakil Amerika Selatan dan Oseania dalam sejarah Piala Dunia Antarklub. Auckland City sebelumnya hanya kalah 0-2 dari San Lorenzo pada 2014, tapi kali ini mereka datang dengan catatan jauh lebih buruk. Belum mencetak satu gol pun dan sudah kebobolan 16 kali, tim asuhan Ivan Vicelich berada dalam tekanan berat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kekalahan 0-10 dari Bayern di laga pembuka jadi pukulan telak. Saat melawan Benfica, mereka sempat bertahan cukup baik sebelum dihantam badai petir dan kemudian kalah 0-6. Dua kekalahan besar itu membuat Auckland kini mencatat sembilan kekalahan beruntun di turnamen ini. Meski mendominasi Oseania dengan 13 gelar Liga Champions OFC, Auckland tampak terlalu kecil di panggung global. Laga kontra Boca akan jadi kesempatan terakhir untuk setidaknya mencetak gol hiburan dan menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing, walau hanya sejenak.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan