Hasil di Lapangan Harus Diterima, Bos Madura United Tekankan Edukasi Suporter

Madura United FC, klub sepak bola profesional yang berbasis di Pamekasan, Jawa Timur, terus berupaya menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Klub yang berdiri sejak 2016 ini memiliki basis suporter yang tersebar di seluruh pulau Madura hingga ke luar negeri.

Diterbitkan 20 Juni 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Madura United FC, klub sepak bola profesional yang berbasis di Pamekasan, Jawa Timur, terus berupaya menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Klub yang berdiri sejak 2016 ini memiliki basis suporter yang tersebar di seluruh pulau Madura hingga ke luar negeri.

Sebelumnya dikenal sebagai pendukung Persebaya, masyarakat Madura kini memiliki identitas sepak bola sendiri melalui Madura United. Transformasi ini tak lepas dari peran Achsanul Qosasi, presiden klub yang berupaya mengedukasi suporter agar menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Stadion Gelora Bangkalan dengan kapasitas 13.500 tempat duduk menjadi saksi bisu perjuangan klub.

Dengan skuad yang terdiri dari pemain lokal dan asing, Madura United berkompetisi di Liga 1 Indonesia. Meskipun detail prestasi klub belum banyak tersedia, semangat untuk menyatukan Madura melalui sepak bola terus membara.

Edukasi Suporter: Kunci Harmoni Madura United

Achsanul Qosasi, bukan nama baru di dunia sepak bola Indonesia, memiliki peran sentral dalam mengedukasi suporter Madura United. Pengalamannya sebagai bendahara PSSI periode 2007-2011 menjadi bekal berharga dalam membangun klub yang solid dan dicintai.

Salah satu fokus utama Achsanul adalah mengubah pandangan bahwa kekalahan adalah aib. Ia menekankan pentingnya menerima hasil pertandingan, baik menang maupun kalah, sebagai bagian dari sebuah kompetisi. Upaya ini membuahkan hasil positif, dengan minimnya kericuhan saat Madura United bertanding.

"Artinya sekalipun kita kalah 4-0, 3-0, 2-0 orang Madura tidak ada marah. Karena selama bertahun-tahun saya mengajarkan mereka bagaimana menerima kekalahan dan mensyukuri kemenangan. Itu saya ajarkan lewat sepak bola bahwa kalah dalam sebuah kompetisi itu hal biasa," kata Achsanul.

Madura Bersatu: Identitas Sepak Bola yang Solid

Sebelum Madura United hadir, pecinta sepak bola Madura, termasuk Achsanul Qosasi, mendukung Persebaya karena kedekatan geografis. Namun, seiring waktu, muncul keinginan untuk memiliki identitas sepak bola sendiri.

Keinginan ini terwujud dengan berdirinya Madura United, yang kemudian memunculkan kelompok suporter Madura Bersatu. Kelompok ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang bersatu padu mendukung perjuangan Laskar Sape Kerrab.

Keberadaan Madura United dan Madura Bersatu menjadi simbol persatuan dan kebanggaan bagi masyarakat Madura. Sepak bola bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga alat untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun identitas yang kuat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Afrika Selatan vs Kanada: Peringatan untuk Belanda dan Maroko

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan