Monterrey vs Inter Milan: Lembaran Baru Nerazzurri

Turnamen edisi terbaru ini mempertemukan Inter dengan lawan-lawan dari berbagai benua, termasuk River Plate dan Urawa Red Diamonds.

Diperbarui 17 Juni 2025, 09:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Torrent—eks asisten Pep Guardiola—akan mengandalkan kombinasi pemain muda dan bintang senior. Nama-nama seperti Sergio Canales, Sergio Ramos, hingga German Berterame memberi kualitas dan pengalaman yang bisa jadi penentu di turnamen seperti ini.

Inter Tambal Skuad, Monterrey Andalkan Latin Power

Inter datang ke turnamen ini dengan sejumlah masalah di lini depan. Tiga penyerang pelapis mereka absen: Joaquin Correa dan Marko Arnautovic sudah hengkang, sementara Mehdi Taremi gagal bergabung karena situasi geopolitik di Iran. Absennya Taremi menjadi pukulan besar bagi kedalaman lini serang Inter.

Beberapa pemain utama pun diragukan tampil, seperti Piotr Zielinski, Hakan Calhanoglu, dan Denzel Dumfries. Namun, ini membuka peluang bagi wajah-wajah baru seperti Luis Henrique dan Petar Sucic, serta duo muda Esposito bersaudara. Di lini depan, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez tetap jadi andalan utama.

Sebaliknya, Monterrey punya skuad lengkap yang sarat pengalaman. German Berterame, striker Argentina yang kini membela timnas Meksiko, akan jadi ancaman utama. Di belakangnya, ada Canales dan Jesus Corona yang akan mengatur ritme serangan dari lini kedua.

Aura Bintang dan Sejarah Besar

Sergio Ramos menjadi ikon tersendiri dalam skuad Monterrey. Bek legendaris Spanyol itu telah meraih empat trofi Piala Dunia Antarklub sepanjang kariernya. Meski sudah berusia 39 tahun dan baru pulih dari cedera, Ramos tetap menjadi pilar penting bagi lini belakang Monterrey.

Kehadiran pemain berkelas seperti Oliver Torres dan Lucas Ocampos menambah kekuatan Los Rayados. Mereka bukan hanya datang sebagai pelengkap, tapi sebagai pesaing serius dalam format turnamen yang semakin kompetitif. Monterrey juga punya kedalaman skuad dengan kualitas dari Liga MX dan La Liga.

Sementara itu, Inter membawa sejarah sebagai juara Intercontinental Cup dua kali di era 1960-an dan finalis Liga Champions beberapa musim terakhir. Turnamen ini adalah panggung untuk menghidupkan kembali identitas besar mereka di kancah dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan