Mengenal Florian Wirtz: Si Jenius Jahrhunderttalent yang Belajar Sepakbola di Ruang Tamu

Florian Wirtz akan jadi transfer termahal Liverpool. Simak profil lengkap gelandang ajaib Jerman ini, dari gol spektakuler di usia 16 hingga gaya bermain uniknya.

Diperbarui 17 Juni 2025, 02:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Desember 2019, seorang bocah 16 tahun membuat gol dari tengah lapangan yang mengubah hidupnya selamanya. Florian Wirtz belum debut di Bundesliga, tapi namanya sudah jadi buah bibir.

Kini, pemain bernilai 136 juta Euro itu bersiap merumput di Premier League bersama Liverpool. Transfer ini bisa jadi yang termahal dalam sejarah kompetisi tersebut.

Dari latihan di ruang tamu hingga pulih dari cedera ACL, perjalanan Wirtz penuh cerita inspiratif. Inilah kisah lengkap sang gelandang andalan Jerman.

Gol dari Tengah Lapangan yang Mengubah Segalanya

Semuanya berawal dari sebuah momen ajaib melawan Wuppertaler SV. Wirtz yang masih 16 tahun menerima umpan dari kick-off, menyentuh bola sekali, lalu melepaskan tendangan spektakuler dari garis tengah. Gol itu terjadi hanya dalam 5,05 detik.

"Semua orang membicarakan gol itu," kenang Martin Heck, pelatihnya di Koln U-17. "Saat itulah karirnya mulai melejit." Heck memimpin Wirtz meraih gelar juara Jerman U-17 beberapa bulan kemudian.

Gol tersebut menjadi penanda kelahiran Jahrhunderttalent (bakat abad ini). Meski baru berusia 16, Wirtz sudah bermain layaknya pemain Bundesliga berpengalaman.

Kemampuannya membaca permainan seperti pecatur ulung membuatnya berbeda dari pemain muda lain.

Pendidikan Sepakbola di Ruang Tamu

Wirtz kecil tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana di Pulheim. Tanpa konsol game atau TV, ia dan saudarinya Juliane (kini pemain Werder Bremen) menghabiskan waktu bermain bola di ruang tamu.

"Kami sering bermain satu lawan satu dengan lemari sebagai gawang," kenang Wirtz. Bahkan saat membawa piring ke meja makan, ia tetap menggiring bola. Latihan inilah yang membentuk kemampuan teknisnya yang luar biasa.

Pelatih Gerardo Seoane memuji ketenangan Wirtz di area final. "Dia punya saraf baja dan selalu memetakan situasi dengan jelas," ujarnya. Kualitas ini ternyata hasil dari ribuan jam 'latihan' di ruang tamu keluarga Wirtz.

Karir Cemerlang dan Ujian Berat Wirtz

Perjalanan Wirtz tidak selalu mulus. Transfer kontroversial dari Koln ke Leverkusen di 2020 membuatnya dicemooh fans. Tapi keputusan itu terbukti tepat ketika ia memecahkan dua rekor sekaligus: pemain termuda yang debut dan mencetak gol di Bundesliga.

Ujian terberat datang Maret 2022 ketika ia mengalami cedera robek otot ACL. Namun Wirtz kembali lebih kuat, menjadi motor penting Leverkusen di era Xabi Alonso. Musim 2023/2024, ia membawa Die Werkself meraih double winner tanpa terkalahkan.

Seorang pengamat Premier League yang diwawancarai The Athletic memuji perkembangan mental Wirtz: "Dulu ia mudah emosi saat dilanggar lawan, kini lebih tenang dan fokus." Kematangan inilah yang akan diujinya di Liverpool musim depan.

Kepribadian Sederhana di Balik Bintang Besar

Di luar lapangan, Wirtz dikenal sebagai pribadi pendiam dan rendah hati. Heck mengungkapkan: "Dia tetap sama seperti saat berusia 12 tahun - tidak suka publisitas dan sangat berorientasi keluarga."

Keluarga Wirtz memainkan peran kunci dalam kesuksesannya. Orangtuanya melindunginya dari tekanan media, bahkan sampai Wirtz remaja tidak memiliki ponsel. "Mereka ingin Florian berkembang secara alami," jelas Heck.

Kini, bakat abad ini siap menghadapi tantangan terbesarnya di Anfield. Dengan mental pemenang dan teknik luar biasa, Wirtz berpotensi menjadi legenda baru Premier League.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Fabrizio Romano Ungkap Zidane Setuju Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan