Chelsea vs Los Angeles FC: Pertemuan Kekuatan Eropa dan Amerika Utara

Meskipun berasal dari dua benua berbeda, keduanya sama-sama membawa semangat juara yang siap meledak di panggung global.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Chelsea dan Los Angeles FC bersiap membuka perjalanan mereka di Grup D Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan ini digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, dengan jadwal kick-off pada Selasa, 17 Juni 2025 pukul 02.00 WIB.

Chelsea datang sebagai juara UEFA Conference League, sementara LAFC adalah pemegang titel US Open Cup. Meskipun berasal dari dua benua berbeda, keduanya sama-sama membawa semangat juara yang siap meledak di panggung global. Duel unik ini mempertemukan kekuatan Eropa dan Amerika Utara dalam satu lapangan.

Ajang ini juga menandai penampilan perdana LAFC di Piala Dunia Antarklub, sementara Chelsea tampil untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka. Kedua tim tentu ingin memulai kiprah dengan langkah positif demi peluang lolos dari grup.

Chelsea Datang dengan Rekam Jejak di Eropa

Chelsea memasuki turnamen ini dengan penuh percaya diri usai menutup musim 2024-25 dengan catatan delapan kemenangan dari sembilan laga terakhir di semua kompetisi. Puncaknya adalah kemenangan 4-1 atas Real Betis di final Conference League, yang sekaligus mengukuhkan kiprah sukses Enzo Maresca di musim perdananya sebagai pelatih kepala.

The Blues juga mencatat sejarah sebagai klub pertama yang menjuarai semua turnamen utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa, Conference League, dan Piala Super Eropa. Tiket ke Piala Dunia Antarklub ini sendiri sudah diamankan sejak mereka menjuarai Liga Champions 2020-21.

Dari dua partisipasi sebelumnya, Chelsea punya rekor satu gelar dan satu runner-up. Mereka juara pada edisi 2021-22 usai mengalahkan Palmeiras lewat perpanjangan waktu, tapi harus puas menjadi finalis pada 2013 saat ditumbangkan Corinthians.

LAFC: Tersesat ke Turnamen, tapi Siap Kejutkan Dunia

LAFC sejatinya tidak dijadwalkan tampil di turnamen ini. Namun, mereka mendapat panggilan mendadak setelah Leon, juara Liga Champions CONCACAF 2023, didiskualifikasi akibat pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub FIFA. Kesempatan itu dimanfaatkan LAFC lewat kemenangan 2-1 atas Club America dalam laga play-in.

Sejak itu, tim asuhan Steven Cherundolo langsung tancap gas. Kemenangan 3-1 atas Sporting Kansas City pada 9 Juni lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 10 laga. Dalam periode itu, mereka selalu mencetak minimal dua gol di setiap pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski masih tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Wilayah Barat MLS, fokus LAFC kini sepenuhnya tertuju ke Atlanta. Meski berstatus debutan, semangat mereka membara untuk mencuri perhatian di pentas dunia.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan