Rapor AC Milan Akhir Musim 2024/2025: Penuh Gejolak, 1 Trofi Juara, Gagal ke Eropa

Datangnya Paulo Fonseca sempat diharapkan menjadi titik balik. Namun, kepercayaan itu sirna lebih cepat dari yang diduga.

Diperbarui 27 Mei 2025, 11:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Para Pemain: Pulisic Cemerlang, Gimenez Redup

Christian Pulisic menjadi titik terang dalam musim penuh ketidakpastian ini. Winger asal Amerika Serikat mencetak 11 gol dan sembilan assist di Serie A, serta berkontribusi di Liga Champions dengan satu gol dan satu assist. Konsistensinya patut diapresiasi.

Lain cerita dengan Santiago Gimenez. Penyerang anyar yang didatangkan dari Feyenoord pada tengah musim sempat bersinar di awal, tapi meredup seiring waktu. Performa inkonsisten dan paceklik gol membuatnya kehilangan tempat di tim utama.

Momen paling pahit terjadi di laga kontra Roma. Selain kalah 1-3, Milan juga harus bermain tanpa Gimenez yang dikartu merah. Kekalahan itu memastikan Rossoneri gagal ke Eropa lewat jalur liga—penutup ironi yang getir.

Sergio Conceicao: Masa Depan yang Masih Tertutup Kabut

Sergio Conceicao memberi warna baru, tapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan Milan. Dalam 31 laga, dia mencatatkan 16 kemenangan, lima imbang, dan 10 kekalahan. Catatan produktivitas tim juga tak spektakuler: 50 gol, 36 kali kebobolan.

Inovasinya dengan sistem tiga bek sempat memberi asa. Namun, inkonsistensi, baik dalam taktik maupun performa pemain, menjadi batu sandungan. Milan tetap tak mampu mengunci tiket ke Eropa—sebuah pukulan telak bagi klub sekelas mereka.

Kini masa depan Conceicao jadi pertanyaan besar. Apakah Milan akan melanjutkan proyek ini, atau kembali menekan tombol reset? Yang jelas, musim 2024/2025 menjadi cermin bahwa perubahan belum tentu membawa perbaikan—dan Milan masih berusaha mencari jati diri mereka yang hilang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan