4 Pemain Timnas Indonesia yang Klubnya Terdegradasi dari BRI Liga 1 2024/2025

Hokky Caraka mencatatkan 27 penampilan bersama PSS Sleman di paruh pertama musim 2024/2025, menyumbang 3 gol dan 1 assist

Diperbarui 26 Mei 2025, 17:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta BRI Liga 1 2024/2025 telah berakhir, dengan tiga tim resmi turun kasta ke Liga 2 alias degradasi pada musim 2025/2026 yang akan datang. Tiga tim tersebut adalah PSIS Semarang, Barito Putera, dan PSS Sleman.

PSIS Semarang menjadi tim dengan capaian paling minor di BRI Liga 1 2024/2025. Tim dengan julukan Mahesa Jenar itu finis sebagai juru kunci. Sedangkan, PSS dan Barito Putera berjuang hingga akhir sebelum akhirnya turun kasta.

Meskipun terdegradasi, ketiga tim itu punya materi pemain yang mumpuni. Barito Putera diperkuat Bayu Pradana dan Rizky Pora yang pernah jadi andalan Timnas Indonesia. Di kubu PSIS, ada nama Septian David Maulana yang pernah jadi andalan Skuad Garuda.

PSS Sleman juga diperkuat beberapa pemain yang pernah jadi andalan Timnas Indonesia. Bukan hanya mantan, tiga klub tersebut juga diperkuat pemain yang aktif bermain untuk Garuda. Siapa saja pemain tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Hokky Caraka (PSS Sleman)

Striker muda asal Gunungkidul ini mencatatkan 27 penampilan bersama PSS Sleman di paruh pertama musim 2024/2025, menyumbang 3 gol dan 1 assist. Performa impresifnya membuatnya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Namun, absennya Hokky di beberapa laga penting karena tugas negara berdampak signifikan pada lini serang Super Elja, yang akhirnya gagal keluar dari zona degradasi.

Sebagai striker muda potensial, Hokky diprediksi tidak akan kekurangan peminat dari klub-klub BRI Liga 1 yang membutuhkan penyerang lokal berkualitas.

Iqbal Gwijangge (PS Barito Putera)

Bek tengah berusia 18 tahun ini menjalani musim penuh pertamanya bersama Barito Putera dengan mencatatkan 12 penampilan di BRI Liga 1. Meski Barito Putera harus terdegradasi, Iqbal menunjukkan potensi besar dengan kontribusinya di lini belakang.

Di level internasional, Iqbal menjadi kapten Timnas U-16 yang menjuarai AFF U-16 2022 dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik turnamen tersebut. Pengalaman dan kepemimpinannya di usia muda menjadikannya aset berharga bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Selain U-16, Iqbal Gwijangge juga tercatat pernah membela Indonesia pada level U-20 dan U-19. Namanya melejit ketika dipercaya menjadi kapten bagi Indonesia di Piala Dunia U-17 2023 lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kiper berusia 23 tahun ini menjadi andalan PSIS Semarang dengan mencatatkan 17 penampilan di musim 2024/2025. Meskipun PSIS terdegradasi, Adi menunjukkan performa konsisten yang membuatnya tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Di BRI Liga 1, Adi Satryo mencatat tujuh laga nirbobol. Meskipun gawangnya kebobolan 25 kali, itu bukan sepenuhnya kesalahan Adi Satryo. Performa PSIS secara kolektif memang tidak stabil. Di level internasional, Adi telah mencatatkan debut bersama Timnas senior pada 25 Mei 2021 dalam laga persahabatan melawan Afghanistan. Pengalaman internasionalnya menambah nilai lebih bagi kiper muda ini.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan