Jelang Duel Krusial Liga Europa, Manchester United Keringat Dingin Tunggu Kabar Matthijs de Ligt

Mimpi buruk cedera kembali menghantui Manchester United saat Ruben Amorim mengungkapkan ketidakpastian kondisi Matthijs de Ligt usai duel sengit melawan Brentford pada laga Liga Premier akhir pekan lalu.

Diterbitkan 06 Mei 2025, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mimpi buruk cedera kembali menghantui Manchester United saat Ruben Amorim mengungkapkan ketidakpastian kondisi Matthijs de Ligt usai duel sengit melawan Brentford pada laga Liga Premier akhir pekan lalu.

Bek tangguh asal Belanda itu baru saja merayakan kembali ke tim utama setelah mengatasi masalah kaki yang memaksanya tampil sebagai pemain pengganti pada duel keras leg pertama semifinal Liga Europa melawan Athletic Bilbao. Namun, nasib baik belum berpihak pada mantan bintang Ajax tersebut.

Momen mencekam terjadi menjelang akhir babak pertama ketika De Ligt terlihat kesakitan dan terpaksa ditarik keluar dari lapangan. Ekspresi khawatir terlihat jelas di wajah para staf medis Manchester United.

"Saya tidak bisa memberikan informasi pasti saat ini. Mari kita tunggu perkembangannya," ungkap Amorim dengan nada waspada saat berbicara kepada BBC Sport pasca pertandingan. "Yang bisa saya lakukan hanyalah berharap cederanya tidak serius," tambahnya.

Drama cedera tak berhenti di situ. Luke Shaw dan Patrick Dorgu juga ditarik keluar pada babak kedua. Namun, Amorim menegaskan bahwa keduanya merupakan keputusan taktis demi menjaga kesegaran jelang pertandingan hidup mati leg kedua semifinal Liga Europa melawan Athletic Bilbao, Jumat (9/5/2025) dini hari WIB.

"Kami terpaksa mengambil risiko dengan [Harry] Maguire. Sementara Shaw harus kami istirahatkan karena kami sangat membutuhkannya untuk pertandingan Kamis (waktu setempat)," jelas sang pelatih asal Portugal.

Amorim Lihat Secercah Harapan Usai di Tumbangkan Brentford

Pertarungan spektakuler penuh gol menghiasi duel Manchester United melawan Brentford yang berakhir dengan kekalahan dramatis 3-4 bagi Setan Merah. Trio Mason Mount, Alejandro Garnacho, dan Amad Diallo berhasil membobol gawang lawan, namun brace gemilang dari Kevin Schade memastikan kemenangan manis bagi tuan rumah.

Menghadapi jadwal padat, Ruben Amorim mengambil langkah berani dengan melakukan rotasi signifikan. Talenta muda berbakat seperti Chido Obi dan Tyler Fredricson mendapat kesempatan emas menjadi starter di panggung prestise Liga Premier.

"Saya sangat terkesan dengan penampilan para pemain muda," ungkap Amorim dengan sorot mata penuh keyakinan.

"Mereka menunjukkan kemampuan mengendalikan permainan meski peluang gol tidak banyak tercipta. Memang, 30 menit awal kami kesulitan menghadapi bola mati lawan, tapi itu masalah keterbatasan fisik yang sudah kami antisipasi," tambahnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Analisis tajam pelatih asal Portugal itu berlanjut ke babak kedua: "Kami nyaris menyamakan kedudukan sebelum kebobolan dua gol. Pola yang mirip dengan awal pertandingan di mana kami kebobolan dan tidak segera bereaksi. Meski kalah, ada banyak pelajaran berharga untuk masa depan." Dengan bijak, Amorim mengingatkan realitas yang dihadapi klub: "Sebagai institusi, kita perlu memahami tanggung jawab besar yang kita pikul saat ini. Skuad harus disiapkan menghadapi berbagai kompetisi."

Halaman
Show All
Rahmat Fathurahman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan