Cabor Bela Diri Pendulang Medali di Multievent, KONI Ingin JMAE Rutin Digelar Setiap Tahun

KONI menyambut baik kesuksesan Jakarta Martial Arts Extravaganza 2025. Ajang ini diharapkan melahirkan atlet berbakat di cabor bela diri.

OlehThomas
Diperbarui 05 Mei 2025, 10:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak kalah penting, JMAE menghadirkan terobosan dengan adanya Green Sport, program Chandra Asri yang fokus pada lingkungan.

“Yang membedakan, JMAE dengan kejuaraan lain adalah adanya konsep Green Sport yang diusung oleh Chandra Asri melalui kampanye Indonesia Asri, yang diharapkan mampu memberikan edukasi untuk lebih memperhatikan lingkungan,” terang Ade Lukman.

Kesempatan Atlet Muda Unjuk Gigi

JMAE 2025 menjadi wadah yang sangat penting bagi perkembangan cabang olahraga bela diri di Indonesia termasuk diantaranya Pencak Silat. Penonton dapat melihat bahwa Silat lebih dari sekedar pertarungan fisik namun sebuah seni yang mengandung filosofi yang mana kekayaan budaya Indonesia.

Bagi para peserta, pertandingan Silat pada JMAE 2025 adalah sebuah pengalaman yang menginspirasi. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu atlet Pencak Silat Putri Salna Rahel Al Zahra.

“Kegiatan ini sangat menarik dan seru, khususnya untuk atlet seperti saya, agar dapat menambah pengalaman bertanding dan menambah kemampuan. Terlebih kegiatan ini memotivasi para atlet untuk bisa lebih berkembang ke depan,” katanya.

“Harapannya pertandingan seperti ini lebih sering diadakan agar seluruh atlet di Indonesia khususnya Pencak Silat bisa ikut serta,” kata Salna atlet Pencak Silat Putri usia 15 tahun yang telah menjadi juara dunia di Abu Dhabi pada Desember 2024 lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan