Scooter Prix 2025 Digelar Lima Putaran, Dimulai di Sirkuit Sentul

Scooter Prix 2025 akan bertambah jumlah serinya menjadi lima dari sebelumnya cuma empat di tahun 2024 lalu.

OlehThomas
Diterbitkan 24 April 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Ajang balap skuter terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, Scooter Prix akan kembali digelar setelah sukses besar pada musim 2024. Scooter Prix 2025 akan semakin mewah dan bergengsi.

Bila pada 2024, Scooter Prix hanya digelar empat putaran, kini ada tambahan satu putaran. Total Scooter Prix 2025 berlangsung lima putaran. Gelaran Scooter Prix 2025 dimulai di Sirkuit Sentul Karting Internasional pada 26–27 April 2025.

Ada tiga kelas utama yang diperlombakan di Scooter Prix 2025 yakni Kelas Utama, Kelas Promosi, dan Kelas Reguler - total 15 kelas balapan akan dibuka untuk para pembalap dari berbagai tingkatan, mulai dari non-pembalap, rookie, advance, hingga expert.

Tak berhenti sampai di situ, Scooter Prix 2025 juga membawa gebrakan baru dengan memperkenalkan Kelas Motor Listrik Rookie, sebuah kompetisi seru untuk skuter listrik (non-konversi) yang akan digelar selama 3 round - dimulai dari Round 3 hingga Round 5. Para tim akan ditantang untuk memaksimalkan performa motor listrik dari E3 Mobility dan bersaing menjadi yang terbaik di lintasan.

Seiring dengan bertambahnya jumlah round, total hadiah di Scooter Prix 2025 juga meningkat signifikan - lebih dari Rp 1 miliar diperebutkan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan musim sebelumnya. Tak hanya hadiah per seri, Scooter Prix 2025 juga akan memberikan apresiasi khusus bagi Juara Umum di tiap kategori pada round pamungkas.

Untuk memastikan persaingan tetap ketat hingga akhir musim, sistem penghitungan poin dan klasemen akan diberlakukan di seluruh kelas. Hal ini diharapkan mampu memacu para pembalap untuk tampil konsisten dan memberikan performa terbaik sepanjang musim.

Bakal Lebih Rapi dan Terstruktur

Co-founder sekaligus Project Director Scooter Prix, Priambodo Soesetyo, menyampaikan bahwa di musim ini kompetisi akan berjalan lebih rapi dan terstruktur. Pengkategorian kelas dan sistem poin di semua kelas dirancang untuk mendorong perkembangan pembalap dari level hobi hingga profesional.

“Kami susun sistem berjenjang, mulai dari non-pembalap, rookie, advance, hingga expert. Dengan sistem ini, setiap pembalap punya jalur perkembangan yang jelas dan persaingan yang sehat. Ditambah hadiah juara umum di akhir musim, motivasi pembalap untuk tampil konsisten pasti akan semakin tinggi,” ujar Priam saat jumpa pers bersama media pada Senin (21/4).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menjelang musim balap dimulai, bursa transfer tim dan pembalap juga semakin dinamis. Salah satunya, M. Nurgianto, juara umum Kelas Utama 4T 220cc Open musim lalu, pindah tim dari RAW Racing ke Sejahtera Abadi Race Team untuk musim 2025. “Pindah tim itu hal biasa di dunia balap, seperti di MotoGP. Justru ini jadi bukti kompetisi Scooter Prix makin bergengsi karena semua tim ingin mempersiapkan formasi terbaiknya,” ujar M. Nurgianto.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan