4 Pemain Bahrain yang Wajib Dimatikan Timnas Indonesia

Timnas Indonesia akan bertanding melawan Bahrain dalam pertandingan kedelapan Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di zona Asia. Pertarungan yang sangat penting ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB.

Diterbitkan 25 Maret 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Peran Kamil Al-Aswad dalam tim sangat krusial, menjadikannya sebagai ancaman yang serius bagi lawan. Gelandang bertahan Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghalangi aliran bola yang berasal dari dirinya. Dengan kemampuannya yang luar biasa, Al-Aswad mampu mengubah arah permainan dan menciptakan peluang bagi timnya. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan kepada pemain ini agar strategi tim Indonesia dapat berjalan dengan baik.

3. Ali Madan

Bahrain memiliki kekuatan di sektor sayap melalui sosok Ali Madan. Pemain yang berusia 29 tahun ini menunjukkan performa yang mengesankan saat melawan Jepang, meskipun timnya harus menelan kekalahan. Dia berhasil mencatatkan akurasi umpan sebesar 75 persen, menciptakan dua peluang, serta mengirimkan umpan silang yang berbahaya ke area pertahanan lawan. Dengan rating 6,9 menurut FotMob, Madan diakui sebagai pemain terbaik Bahrain dalam pertandingan tersebut.

Peran Madan tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari bek kiri Indonesia. Untuk dapat menahan kecepatan dan akselerasi yang dimilikinya, diperlukan konsentrasi dan disiplin yang tinggi. Hal ini menjadi sangat penting agar pertahanan Indonesia tidak mudah ditembus oleh serangan yang dilancarkan oleh Madan. Dengan demikian, strategi yang tepat akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh pemain sayap Bahrain ini.

4. Mahdi Al Humaidan

Di sektor kiri serangan Bahrain, terdapat Mahdi Al Humaidan yang memiliki kualitas setara dengan Ali Madan. Pemain berusia 31 tahun ini memperoleh rating 6,9 dari FotMob dalam pertandingan melawan Jepang. Dia bermain selama 90 menit penuh dan melakukan dua percobaan tembakan ke arah gawang lawan. Meskipun akurasi umpan yang dia berikan hanya mencapai 65 persen, Mahdi berhasil mencatatkan dua sentuhan di dalam kotak penalti Jepang.

Mahdi Al Humaidan juga kerap melakukan pergerakan yang menusuk dan memberikan umpan ke area yang berbahaya. Oleh karena itu, Jay Idzes dan rekan-rekannya perlu memperbaiki koordinasi pertahanan mereka agar dapat mengantisipasi pergerakan yang dilakukan oleh Mahdi. Dengan strategi yang tepat, mereka bisa lebih efektif dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh pemain tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan