Bidik Olimpiade 2028, Atlet Berkuda Indonesia Ikut CSI Canteleu Prancis

Indonesia memasang target bisa mengirim atlet berkuda pada ajang Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Maret 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Dua atlet berkuda Indonesia, Brayen Brata-Coolen dan Arserl Rizki Brayudha, ikut ajang bergengsi Jumping International de Canteleu (CSI Canteleu) di Prancis, Jumat (7/3/2025) waktu setempat. Keikutsertaan keduanya ini merupakan bagian komitmen Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) untuk mempersiapkan atlet berkuda Indonesia agar bisa tampil di Olimpiade 2028 Los Angeles.

Partisipasi Indonesia di CSI Canteleu ini juga sekaligus sebagai realisasi kerjasama Pordasi dengan Federasi Berkuda Prancis yang telah dibahas bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, 13 Desember 2024 lalu.

Brayen turun di kategori CSI2 135cm. Dia bersama kuda bernama Hamburg berhasil menempati posisi 29, sedangkan dengan kuda Castello H berada di posisi 58 dari 60 peserta. Sementara Arserl turun pada kategori CSI1 120cm dengan kuda Chillbird Julie dan berhasil menempati posisi 6 dari 38 peserta.

Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo, menegaskan hasil yang ditunjukan dua perwakilan atlet Indonesia ini sudah cukup maksimal. Menurutnya, hal terpenting adalah partisipasi atlet berkuda Indonesia dalam kompetisi bergengsi dunia seperti CSI Canteleu sebagai pintu masuk pengembangan olahraga berkuda di Tanah Air.

Aryo pun berambisi membawa berkuda ikut berlaga di Olimpiade Musim Panas berikutnya. "Kompetisi internasional adalah sarana terbaik mengasah kemampuan atlet dan mengevaluasi sejauh mana kita siap bersaing di tingkat global. Ini adalah langkah strategis menuju Olimpiade 2028," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (8/3/2025).

PP Pordasi telah menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan level atlet berkuda Indonesia melalui berbagai program dan dukungan. Aryo menjelaskan, Pordasi tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan atlet mendapatkan kesempatan berlaga di kompetisi internasional sebagai ajang uji mental para atlet agar terbiasa berlaga pada level kejuaraan yang lebih tinggi.

Program Pelatihan yang Disiapkan Pordasi

Ketua Harian PP Pordasi Mohammad Chaidir Saddak yang akrab dipanggil Eddy Saddak, menambahkan keikutsertaan Brayen dan Arserl dalam ajang ini merupakan hasil dari program pelatihan intensif dan berbagai kompetisi nasional yang telah dirancang federasi.

Pordasi terus berupaya meningkatkan kualitas atlet melalui pelatihan berkelas internasional dan partisipasi dalam kompetisi bergengsi sebagai bagian dari komitmen untuk membawa olahraga berkuda Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pordasi akan terus berkolaborasi dengan pihak internasional untuk membawa lebih banyak kompetisi berkuda ke Indonesia. "Kami ingin menciptakan ekosistem olahraga berkuda yang mendukung atlet berkembang dan bersaing ditingkat global," kata dia. CSI Canteleu merupakan salah satu kompetisi berkuda terbesar di Perancis yang telah diselenggarakan Équi-Normandie, dimiliki dan dikelola keluarga GrandJacques. Kompetisi ini bermula saat Véronique dan François Grandjacques mengubah sebuah peternakan susu tua menjadi pusat equestrian Haras du Loup pada 1989. Sejak 2012, putra mereka, Benjamin Grandjacques, bersama Elise, memperluas fasilitas dengan mendirikan pusat equestrian dan klub poni. Mereka terus mengembangkan fasilitas dengan membangun stable livery untuk pemilik kuda serta berinvestasi dalam penyelenggaraan kompetisi nasional dan internasional. Sebagai bagian dari perkembangan ini, Haras du Loup kemudian berganti nama menjadi Équi-Normandie. Tahun ini, Équi-Normandie akan menggelar CSI4 yang ke-10, menandai pencapaian besar dalam perkembangan sebagai tuan rumah kompetisi bergengsi.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan