5 Fakta Patrick Kluivert, Kandidat Pengganti Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Sempat Terlilit Judi dan Dugaan Pelecehan Seksual

Nama Patrick Kluivert kini menjadi perbincangan hangat sebagai calon pelatih baru Timnas Indonesia, yang akan menggantikan posisi Shin Tae-yong. Dengan reputasi yang mentereng di dunia sepak bola, terutama selama kariernya sebagai pemain, Kluivert diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi tim nasional.

Diperbarui 08 Januari 2025, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Patrick Kluivert kini menjadi perbincangan hangat sebagai calon pelatih baru Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong. Dengan reputasi yang mentereng di dunia sepak bola, terutama selama kariernya sebagai pemain, Kluivert diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi tim nasional.

Pada Senin (6/1/2024) siang WIB, Ketua PSSI Erick Thohir mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong dari jabatannya sebagai pelatih. Dalam pernyataannya, dia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memiliki calon pengganti, meskipun belum mengungkapkan siapa yang dimaksud kepada publik.

Informasi menarik datang dari jurnalis Italia, Fabrizio Romano, yang mengungkapkan bahwa Patrick Kluivert adalah orang yang akan menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. "Ia dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun," tulis Romano di akun X miliknya, memberikan harapan baru bagi para penggemar sepak bola tanah air.

Di kalangan masyarakat Indonesia, sosok Kluivert tentu sudah tidak asing lagi. Dengan prestasi yang gemilang di dunia sepak bola, banyak yang menantikan kiprahnya di Timnas Indonesia. Mari kita lihat 

1. Karir Gemilang Sebagai Atlet

Kluivert akan selalu diingat sebagai salah satu penyerang terhebat yang dimiliki oleh Timnas Belanda. Pada tahun 1995, ketika usianya baru 19 tahun, Kluivert berhasil meraih gelar Dutch Football Talent of the Year. Selain itu, pada tahun 2000, ia mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak di Euro dengan total lima gol. Di level klub, Kluivert memulai kariernya bersama Ajax Amsterdam dan mencatatkan prestasi yang sangat mengesankan.

Selama berseragam Ajax, Kluivert berperan penting dalam membawa timnya meraih gelar Liga Champions pada musim 1994/1995. Ia menjadi pencetak gol yang menentukan saat Ajax mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0 di final. Meskipun mengalami kesulitan saat bergabung dengan AC Milan pada tahun 1997, Kluivert berhasil bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di Barcelona, di mana ia mencetak 90 gol dari 182 pertandingan yang dilakoninya. Selain itu, ia juga pernah bermain untuk klub-klub lain seperti Newcastle, Valencia, PSV, dan Lille.

2. Kualitas Sebagai Pelatih Belum Teruji

Tidak semua mantan pemain berhasil menjalani karier yang cemerlang sebagai pelatih, seperti halnya Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Salah satu contohnya adalah Patrick Kluivert, yang hingga kini belum menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam perannya sebagai pelatih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selama periode melatih Twente U-21 dari 2011 hingga 2013, Kluivert memang memiliki pengalaman, tetapi setelah itu, dia tidak mendapatkan kesempatan yang cukup lama untuk mengelola sebuah tim. Sebagian besar waktu, dia lebih banyak berperan sebagai asisten pelatih daripada menjabat sebagai pelatih kepala. Pada tahun 2015 hingga 2016, Kluivert diangkat sebagai pelatih tim nasional Curacao, tetapi hanya memimpin delapan pertandingan. Dia kembali ke posisi yang sama pada tahun 2021, kali ini sebagai pelatih sementara, namun hanya memimpin tim dalam enam laga. Baru-baru ini, pada Juli 2023, Kluivert diberikan tanggung jawab untuk melatih klub Turki, Adana Demirspor. Sayangnya, dari total 20 pertandingan yang dijalani, tim yang dilatihnya mengalami enam kekalahan, yang menunjukkan bahwa perjalanan karier kepelatihannya masih jauh dari harapan.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan