Premier League Gandeng Vidio Berantas Pembajakan di Indonesia, Libatkan Bintang Alisson Becker hingga Bukayo Saka

Pemain-pemain bintang Premier League, mulai dari Alisson Becker hingga Bukayo Saka, bakal membantu meningkatkan kesadaran akan bahaya streaming ilegal lewat kampanye 'Boot Out Piracy' yang menggandeng Vidio selaku official broadcaster Liga Inggris di Indonesia

Diterbitkan 19 September 2024, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kami memahami antusiasme para penggemar Premier League di Indonesia dan seluruh Asia yang kerap begadang untuk menonton aksi-aksi Premier League. Kami juga mengetahui risiko dan bahaya menonton pertandingan melalui streaming ilegal, sehingga kami ingin para penggemar untuk menikmati konten Premier League dengan kualitas terbaik dan cara paling aman melalui sumber yang sah,” ucap Plumb.

“Selain mempromosikan pesan penting ini, kami bekerja lebih keras lagi dengan pihak berwenang di Indonesia dan mitra kami di Vidio untuk menegakkan tindakan hukum dan mengambil tindakan terhadap pembajakan. Ini termasuk bekerja sama dengan Vidio untuk mengidentifikasi dan menutup sindikat pembajakan serta bersama-sama mengatasi distribusi perangkat streaming ilegal.”

“Kami mendorong para penggemar untuk melindungi keamanan online mereka dan menikmati pertandingan Premier League melalui kanal resmi yang akan memberikan pengalaman menonton terbaik,” tandasnya.

Pentingnya Edukasi Penonton

Selaras dengan pernyatan tersebut, Chief of Marketing Officer Vidio Teguh Wicaksono juga menegaskan komitmen Vidio selaku official broadcaster Premier League di Indonesia untuk memberi pengalaman terbaik bagi penggemar ketika menyaksikan tayangan Liga Inggris.

Untuk itu, kampanye Boot Out Piracy bakal turut digalakkan pihaknya guna menyampaikan risiko-risiko secara jelas terkait penggunaan situs menonton ilegal.

“Di Vidio, kami berkomitmen untuk menyediakan cara terbaik dan paling aman bagi para penggemar untuk menikmati konten Premier League. Kampanye Boot Out Piracy sangatlah penting dalam mengedukasi audiens kami mengenai risiko serius yang terkait dengan streaming ilegal,” ujar Teguh.

“Dengan berkolaborasi bersama Premier League dan otoritas penegak hukum, kami bertujuan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pembajakan dan melindungi penonton setia kami dari ancaman siber yang ada. Melalui promosi saluran-saluran resmi, kami ingin memastikan para penggemar dapat merasakan keseruan dan aksi Premier League dengan cara terbaik, sekaligus menjaga keamanan online mereka,” sambungnya.

Sementara itu, kampanye Boot Out Piracy untuk musim ini secara resmitelah  diluncurkan di acara Vidio Premier League Fan Festival selama tiga hari di Jakarta, yang dimulai pada 14 September 2024 lalu. Tak hanya terkait edukasi, perhelatan tersebut juga membuka kesempatan bagi penggemar untuk melihat trofi Premier League dari dekat dan merayakan sepak bola Premier League.

Lebih dari itu, acara ini juga menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, risiko yang dihadapi penggemar akibat pembajakan, kaitannya dengan aktivitas kriminal secara lebih luas, dan bagaimana semua pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan upaya anti-pembajakan.

Kampanye Boot Out Piracy selanjutnya akan dipublikasikan di saluran penyiaran dan platform media sosial di Thailand, Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Vietnam dalam beberapa bulan mendatang.

Peta Persaingan di Premier League 2024/2025

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan