Wawancara Peraih Medali Perunggu Olimpiade 2024 Gregoria Mariska Tunjung: Sempat Tegang di Awal, Berakhir Manis

Gregoria menjadi satu-satunya atlet bulu tangkis Indonesia yang mendapat medali di Olimpiade 2024.

OlehThomas
Diterbitkan 15 Agustus 2024, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Indonesia mendapat medali pertama di Olimpiade 2024 melalui atlet bulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Wanita kelahiran Wonogiri itu merebut medali perunggu. Ini menjadi medali pertama Gregoria di ajang Olimpiade.

Perjuangan luar biasa Gregoria diperlihatkan Gregoria di Olimpiade 2024. Dia hampir saja lolos ke partai final saat memberikan perlawanan sengit kepada pemain nomor satu dunia An Se Young. Gregoria sempat menang di game pertama sebelum kalah rubber game dari atlet asal Korea Selatan itu.

Gagal ke final, Gregoria tidak perlu bertanding di perebutan medali perunggu. Pasalnya Caronlina Marin dari Spanyol mengalami cedera parah saat bertarung di babak semifinal melawan atlet China, He Bing Jiao.

Medali perunggu Gregoria ini menjadi penyelamat muka bulu tangkis Indonesia. Pasalnya cuma satu medali yang bisa didapat badminton Indonesia di Paris 2024. Target medali emas gagal dicapai.

Berkat Gregoria juga, tragedi Olimpiade 2012 tidak terulang. Di London, PBSI sama sakali gagal menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia.

Medali perunggu dari Gregoria kemudian membuka keran medali untuk Indonesia. Dua medali emas menyusul bisa diraih lewat atlet panjat tebing Vedrriq Leonardo dan Rizki Juniansyah dari cabor panjat tebing.

Gregoria sudah pulang ke Indonesia akhir pekan kemarin. Dia tidak ikut upacara penutupan. Saat kembali ke Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, wanita 25 tahun itu mengungkapkan perjalanan beratnya di Olimpiade 2024 hingga akhirnya bisa menyumbangkan perunggu.

Simak wawancara Gregoria kepada wartawan saat upacara penyambutan dirinya di Bandara Soekarno-Hatta pekan lalu:

Gregoria Mengaku Sempat Tegang

Bagaiamana Perjuangan Merebut Perunggu di Olimpiade 2024?

Selamat sore semuanya, mungkin untuk menjawab pertanyaan barusan, jujur dari awal ketegangan yang saya rasakan itu berbeda dengan pertandingan biasanya, karena bisa dibilang Olimpiade ini adalah turnamen yang sangat tinggi untuk bulu tangkis karena diadakan 4 tahun sekali, jadi pasti targetnya juga enggak main-main. Cuma setelah waktu berjalan persiapan yang bagus, saya rasa di beberapa minggu sebelum bertanding saya merasakan kepercayaan diri sih. Karena mungkin dari latihan juga persiapannya cukup bagus dan itu membuat saya lebih percaya diri untuk bertanding di Olimpiade.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menurut Gregoria bagaimana persaingan di tunggal putri? Kalau untuk persaingan bisa dibilang Tunggal Putri sekarang sangat ketat ya. Dari negara manapun punya kesempatan untuk dapat medali. Tapi bersyukurnya kemarin di round awal sampai di semifinal saya rasa performanya makin meningkat. Jadi itu salah satu hal yang bisa saya syukuri di turnamen kali ini.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan