Suara Vuvuzela Terancam Lenyap dari Afrika Selatan

Liga sepakbola utama Afrika Selatan (PSL) berencana melarang penggunaan vuvuzela. Vuvuzela dianggap telah disalahgunakan dan menjadi senjata saat bentrok antar penonton.

OlehGan
Diterbitkan 13 April 2013, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liga sepakbola utama Afrika Selatan (PSL), berencana untuk mengadakan invesigasi dan mengkaji ulang penggunaan vuvuzela, terompet khas Afrika Selatan; dalam stadion, menyusul dua insiden yang terjadi di Stadion Moses Mabhida beberapa pekan yang lalu. Alasan PSL melarang vuvuzela ini didasari dengan penyalah gunaan vuvuzela yang dapat menjadi senjata saat insiden bentrok antar suporter terjadi.

Seperti yang diwartakan Reuters, Jenderal Manajer PSL Derek Blackensee mengungkapkan belum memutuskan apakah vuvuzela akan dilarang untuk dibawa ke dalam stadium. Namun, apabila terompet dengan suara super bising itu telah menjadi alat yang dapat membahayakan, maka PSL akan melarangnya, dan akan membuat suara vuvuzela lenyap dari setiap pertandingan dalam sepakbola Afrika Selatan.

"Peraturan kami (PSL) adalah melarang untuk membawa senjata atau alat yang membahayakan ke dalam stadion. Apabila vuvuzela menjadi alat yang membahayakan, maka kami akan mempertimbangkan untuk melarangnya," ujar Blackensee.

Wajana ini muncul setelah wasit Lwandile Mfiki diserang oleh suporter yang marah dengan menggunakan vuvuzela, setelah mengkartu merah gelandang Kaizer Chiefs, Reneilwe Letsholonyane, dalam pertandingan melawan Golden Arrows di Stadion Mosses Mabhida.

Insiden yang lain terjadi saat pelatih Orlando Pirates Roger De Sa yang mendapat serangan dari penonton dalam pertandingan melawan Amazulu yang berakhir imbang 1-1. De Sa pun harus dikawal menuju ruang ganti karena dilempari suporter Amazulu, salah satu benda yang dilempar penonton adalah vuvuzela.(GL)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Norwegia vs Senegal Sudah Tayang, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

GanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan