Perjalanan 34 Tahun Suwendi Kembangkan Darts di Indonesia, Bidikan Jitu Menuju Prestasi

Suwendi adalah salah satu tokoh dalam perjalanan darts sebagai sebuah olahraga prestasi di Indonesia. Meski bukan olahraga populer, dia dengan penuh keyakinan dan ketekunan mengembangkan darts di Indonesia selama 34 tahun.

Diperbarui 28 Februari 2024, 18:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suwendi adalah salah satu tokoh dalam perjalanan darts sebagai sebuah olahraga prestasi di Indonesia. Meski bukan olahraga populer, dia dengan penuh keyakinan dan ketekunan mengembangkan darts di Indonesia selama 34 tahun.

Asa untuk membesarkan darts di Indonesia tak pernah padam dalam benak ayah kandung dari Indah Wisnuwardhana, vokalit band tenar Maliq & D'Essentials ini.

Suwendi. atau akrab disapa dengan panggilan “Pak Wendi” di komunitas darts, lahir pada 29 Agustus 1950. Awalnya Pak Wendi memulai karier olahraga dengan bermain sepak bola di tahun 1970-an.

Perkenalannya dengan darts terjadi di tahun 1990. Saat itu Pak Wendi yang bekerja aktif sebaagi karyawan PT Pertamina ditugaskan untuk belajar dan berlatih darts oleh atasannya sebagai persiapan untuk mengikuti berbagai turnamen antar perusahaan minyak dan gas yang secara reguler berlangsung.

Dari sini Pak Wendi menunjukan bakat yang berbuah menjadi prestasi, baik itu kancah lokal maupun internasional. Dimulai tahun 1996, ia mendapatkan juara 1 Steeltip Tim Dart Pertamina melawan tim internasional seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, dan Vietnam.

Tahun 2016, Pak Wendi kembali menguasai berbagai gelar, di antaranya podium tertinggi Open Single Soft Dart Rumble mesin Darts live 2 di ICERA Resto, juara 1 prost Soft Dart Tournament Open Single mesin Phoenix di Garding Serpong, juara 1 Double with Andersen Tjoeng mesin V-Dart di Weisbeer PIK untuk mewakili ke Kuala Lumpur. Sedangkan tahun 2017, dia memenangkan Single Open Steeltip di Euro Cafe Kelapa Gading.

 

Tetap Semangat Kembangkan Darts di Indonesia

Selain kumpulan prestasi, Pak Wendi telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Melalui perjuangan gigih, ia mengajarkan nilai-nilai dan kerja keras kepada pemain dengan menjadi pelatih Tim Dart di PT Pertamina hingga 2011.

Pengalaman 34 tahun melalui berbagai rintangan untuk mencapai puncak keberhasilan tidak selalu mulus. Covid-19 yang sempat membuatnya absen berkompetisi tidak menurunkan semangatnya dalam berlatih.

Cedara bahkan kegagalan dalam kompetisi pernah ia lalui. Namun Pak wendi berpendapat selalu ada menang dan kalah, jika gagal harus menambah waktu latihan dan memperbaiki teknik cara melempar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan