Pordasi Gelar Rakor 2024, Hasilkan Keputusan Penting untuk Masa Depan Olahraga Berkuda

Beberapa keputusan penting berhasil dicapai dalam rakor yang digelar PP Pordasi di Jakarta pada pekan ini.

Diperbarui 02 Februari 2024, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP.Pordasi) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Pordasi 2024 pada 26-27 Januari 2024 di di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat. Beberapa keputusan penting untuk masa depan olahraga berkuda di Indonesia dihasilkan dalam rakor tersebut.

Rakor Pordasi 2024 diikuti belasan Ketua dan Sekum pengurus provinsi (Pengprov) Pordasi dari 24 yang diundang. Rakor dipimpin langsung ketua umum Pordasi Triwatty Marciano.

Salah satu keputusan strategis Rakor 2024 ini adalah terkait Musyawarah Nasional (Munas) Pordasi. Kepengurusan Pordasi masa bakti 2020-2024 seharusnya berakhir pada Januari 2024.

Peserta Rakor sepakat mengikuti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat selaku induk PP.Pordasi, yang mana telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 195 Tahun 2023 tentang Perpanjangan Masa Bakti Kepengurusan Pengurus Pusat Pordasi masa bakti 2020-2024.

Salah satu keputusan dalam SK tersebut adalah memperpanjang masa bakti PP.Pordasi di bawah kepemimpinan Triwatty hingga November 2024.

Hadir sebagai salah satu narasumber di tengah kehangatan diskusi Keluarga Besar Pordasi, Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI Purn Eko Budi Soepriyanto. Seperti diketahui, KONI Pusat membuat kebijakan untuk seluruh anggotanya, baik itu induk cabang olahraga maupun KONI Provinsi yang Munas/Musorprov nya semula diagendakan pada 2024, maka ditunda penyelenggaraannya pasca Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024, September mendatang.

Keputusan KONI Terkait Pelaksanaan PON

Sebelumnya, banyak anggota KONI Pusat yang meminta perpanjangan masa bakti karena perlu fokus mempersiapkan pelaksanaan PON. Pertandingan pada setiap PON, diselenggarakan oleh cabang olahraga, oleh karenanya memerlukan perhatian yang baik selain persiapan atlet-atletnya oleh Pengprov. Di sisi lain, transisi pergantian pengurus di masa persiapan PON berdampak negatif terhadap persiapan yang dilakukan.

“PON merupakan ajang olahraga terbesar di Indonesia, oleh karenanya memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang. Di dalam organisasi pasti ada kalanya musyawarah, namun dalam hal ini KONI Pusat mengeluarkan satu surat kebijakan untuk para anggotanya, bahwa dalam rangka PON, ada kebijakan baik cabor maupun KONI Provinsi yang akan bertanding pada PON, bagi yang memiliki agenda Munas dan Musorprov pada tahun 2024, untuk menangguhkan agenda setelah kegiatan PON dilaksanakan,” kata Kabid Organisasi KONI Pusat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dijelaskan juga bahwa bukan hanya satu atau dua cabang olahraga yang Munasnya ditunda agar fokus mempersiapkan PON, salah satu yang juga ditunda adalah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Namun demikian, bagi cabang olahraga yang tidak ikut serta PON XXI Aceh-Sumut, dapat menggelar Munas sesuai rencana.

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan