Mengenal Sosok di Balik Maskot JIP yang Bikin Meriah Indonesia Arena di FIBA World Cup 2023

JIP merupakan maskot utama FIBA World Cup 2023 yang berlangsung di Indonesia, Jepang dan Filipina.

OlehThomas
Diterbitkan 02 September 2023, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Sejak 1990-an pelaksanaan event besar olahraga selalu menghadirkan maskot. Tak terkecuali FIBA World Cup 2023 yang sedang berlangsung di Indonesia, Jepang dan Filipina. Ada maskot robot bernama JIP (Japan-Indonesia-Philipine). Aksi-aksi JIP selalu menghibur penonton yang datang di Indonesia Arena.

JIP memang diprogram untuk jadi menyenangkan, ramah, dan sporty. Banyak yang ingin foto bareng dengan JIP selama pelaksanaan FIBA World Cup 2023.

Tidak banyak yang tahu siapa sosok di balik JIP yang beredar di Indonesia Arena selama penyelenggaraan FIBA World Cup 2023 Indonesia. Dengan pakem tugas yang berat, mereka harus bisa memberikan hype kepada para fan di setiap acara FIBA World Cup ini.

Setelah JIP diperkenalkan pada akhir Juli lalu di pelataran Sarinah, ada dua orang yang ditugasi untuk memerankan JIP di Indonesia, yaitu Rizwan (32) dan Arsyie (30). Mereka ditemani oleh satu orang asisten JIP yakni Jensen (18).

Ada beragam suka duka yang mereka jalani selama memerankan JIP selama penyelenggaraan Piala Dunia ini. Mulai dari yang kepanasan karena harus berada di dalam kostum JIP dalam waktu cukup lama, hingga seringkali dikerjai oleh para penonton. Tapi, sukanya mereka merasa bahagia bisa menjadi bagian kecil dari kesuksesan perhelatan ini. Kebanggaan yang menurut mereka akan selalu dikenang seumur hidup.

Arsyie adalah pemeran JIP pertama sejak jaman diperkenalkan ke publik Indonesia. Dia ikut dalam tur trofi Naismith di empat kota, Solo, Bali, Surabaya, dan Jakarta. Serta, juga di beberapa aktivitas school visit program Youth Leader "Basketball for Good" dari FIBA Foundation.

Pengalaman Seru di FIBA World Cup 2023

Pada game time, dia bertugas di Indonesia Arena. Dia harus mengikuti seluruh aktivitas di tengah lapangan, saat jeda kuarter atau saat half time, ikut main games dan berdansa juga.

"Yang di arena, harus stand by dari satu jam sebelum pertandingan dimulai. Sebelum bertugas di center court, JIP harus menuju tribun penonton, dan hallway stadion untuk menyapa penonton. Lalu di dalam pertandingan pre-games, aktivitas di lapangan semua harus ikut. Apa yang tidak dipahami banyak orang, dikiranya jika bertugas di lapangan ber-AC dengan kostum JIP tidak akan kepanasan. Padahal sama-sama panas juga," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Yang seru pas activation pas di tengah lapangan, main squid games dan games-gemas lain, ikut ngedance juga. Sulitnya, karena kostumnya tebal jadi, gerakan terbatas. Tidak bisa tepuk tangan, tidak bisa angkat tangan. Kalau ke tribun, space tribun kalau ada orang lagi lewat jadi bentrok, agak susah," tambah Arsyie.

Halaman
Show All
Thomas, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan