Profil Irak, Peserta Piala Dunia U-20 2023: Kuda Hitam dari Mesopotamia

Irak jadi salah satu peserta Piala Dunia U-20 2023. Mereka lolos sebagai salah satu dari empat wakil Asia. Anak asuh Emad Mohammed datang ke Indonesia berbekal laju impresif pada Piala Asia U-20 2023 yang berlangsung di Uzbekistan, bulan ini.

Diterbitkan 23 Maret 2023, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Irak jadi salah satu peserta Piala Dunia U-20 2023. Mereka lolos sebagai salah satu dari empat wakil Asia. Anak asuh Emad Mohammed datang ke Indonesia berbekal laju impresif pada Piala Asia U-20 2023 yang berlangsung di Uzbekistan, bulan ini.

Irak menyisihkan Indonesia dan Suriah untuk mendampingi tuan rumah ke babak gugur ajang tersebut. Mereka lalu menunjukkan ketangguhan saat menyingkirkan Iran dan Jepang dalam perjalanan menuju partai puncak.

Sayang Irak gagal merebut gelar karena harus kembali mengakui keunggulan Uzbekistan. Seperti ketika takluk 0-1 pada fase grup, Irak juga tumbang dengan skor sama di final PIala Asia U-20 akibat gol penalti Umarali Rahmonaliyev.

Terlepas kekecewaan tersebut, Irak layak optimistis menatap Piala Dunia U-20 2023. Pasalnya, kekuatan mereka bertambah dengan pemain berbasis Eropa. Para penggawa tersebut absen dari Piala Asia U-20 2023 karena kompetisi tidak masuk kalender FIFA.

Kehadiran nama-nama seperti Zidane Iqbal (Manchester United), Zidane Iqbal, Alexander Aoraha (Queens Park Rangers), and Alai Ghasem (IFK Gothenburg) mungkin membuat Mohammed khawatir bakal merusak kekompakan tim. Namun, dia pasti mengakui keberadaan Iqbal dan kawan-kawan bakal meningkatkan kualitas Irak.

"Kami memiliki 5-6 pemain di Eropa yang klubnya menolak untuk memberi izin agar bergabung. Saya berharap AFC akan mengubah sistemnya di masa mendatang. Saya menyarankan agar pertandingan Piala Asia U-20 diadakan pada hari-hari yang sesuai dengan turnamen FIFA," ungkap Mohammed beberapa waktu lalu.

"Ambisi kami pasti untuk mencapai final Piala Dunia, dan itu akan menjadi salah satu prioritas kami," sambungnya.

Mohammed, mantan striker yang jadi andalan di level senior, merupakan sosok berpengalaman di level junior. Dalam periode 2000 hingga 2012, dia membela tanah kelahiran pada 103 pertandingan dan menyumbang 27 gol. Mohammed juga jadi bagian tim yang membawa Irak menembus Olimpiade Athena 2004.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah pensiun, Mohammed memulai perjalanan di jalur manajemen dengan melatih Al-Zawraa. Dia melanjutkan karier bersama Al-Najaf dan Naft Al-Wasat sebelum Federasi Sepak Bola Irak datang menghubungi. Mohammed dipercaya memimpin tim U-17 pada 2019. Dia tetap mendampingi generasi tersebut dalam upaya pematangan tim, yang berarti promosi menangani U-19. Dalam bimbingannya, ketangguhan Irak sempat dipertanyakan karena performa buruk di Piala Arab U-20 2022. Pasalnya, mereka terdampar di posisi buncit Grup A usai dikalahkan Mauritania dan Arab Saudi. Namun, Irak U-20 menunjukkan kemampuan pada pentas sesungguhnya. Mereka mencapai turnamen di Uzbekistan setelah menempati peringkat dua Grup H pada kualifikasi. Irak sukses mengalahkan India dan Kuwait, sebelum bertekuk lutut di hadapan Australia. Kinerja itu cukup untuk menjadikan Young Lions of Mesopotamia salah satu dari lima runner-up terbaik yang mendapat tiket ke turnamen utama. Mohammed lalu membuktikan kualitasnya dengan membawa Irak ke final di turnamen tersebut.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan