Bola Ganjil: Jejak Ayah dan Anak di Piala Dunia

Dalam dunia sepak bola, tak jarang seorang anak mengikuti langkah ayah menjadi aktor lapangan hijau. Jalan cerita mereka kerap berbeda. Beberapa di antaranya lebih sukses, sedangkan yang lainnya gagal melebihi capaian sang ayah.

Diterbitkan 05 Desember 2022, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Miguel, yang tampil lebih dari 300 laga La Liga, mayoritas bersama Barcelona dan Atletico Madrid, adalah anggota timnas Spanyol pada Piala Dunia 1966. Sementar Pepe mengukir sejarah dengan memenangkan Piala Dunia 2010.

Karier Pepe pada level klub juga lebih berwarna ketimbang sang ayah. Dia pernah membela Villarreal, Liverpool, Bayern Munchen, Napoli, AC Milan, Aston Villa, dan Lazio. Saat ini dia memperkuat Villarreal.

Kakak Beradik dari Swedia

Sementara Roy, Patrik, dan Daniel Andersson punya kisah membanggakan. Roy merupakan bek tengah andalan Malmo selama 15 tahun. Dia turun di tiga laga Swedia pada Piala Dunia 1978.

Putra tertuanya Patrik melanjutkan tradisi. Membela tim-tim tenar seperti Bayern Munchen dan Barcelona, dia membantu Swedia menduduki peringkat tiga Piala Dunia 1994. Patrik juga masuk skuat Piala Dunia 2022.

Sedangkan sang adik Daniel juga membela The Yellow Viking pada turnamen di Korea Selatan-Jepang. Namun, tidak seperti kakak dan ayahnya, Daniel beroperasi di lini tengah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan