Kertas Contekan di Piala Dunia 2006 Itu Berharga Rp 1 Miliar

Kemenangan Jerman atas Argentina di perempat final Piala Dunia 2006 tak terlepas dari kehebatan Jens Lehmann, mampu menghadang penalti pemain Argentina berkat kertas contekan

Diterbitkan 06 November 2022, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perempat final Piala Dunia 2006 yang mempertemukan Jerman dan Argentina di Olympiastadion, Berlin, 30 Juni 2006 harus diakhiri dengan adu penalti. Kedua tim terkunci 1-1 meski pertandingan sudah berlangsung 120 menit.

Jerman yang menjadi tuan rumah turnamen tertinggal lebih dulu di menit ke-49 lewat tandukan Roberto Ayala yang mengoyak jala Jens Lehmann, memanfaatkan sepak pojok Juan Roman Riquelme.

Jose Pekerman, pelatih kepala tim nasional Argentina, menarik keluar Riquelme pada menit ke-72. Penggantinya adalah Esteban Cambiasso yang lebih defensif.

Pergantian yang masuk akal ini pada akhirnya terbukti salah besar. Klose mencetak gol penyeimbang delapan menit setelah Cambiasso masuk. Namun, bukan ini momen terburuk yang melibatkan Cambiasso.

Jerman dan Argentina sudah dua kali bertemu berturut-turut di Piala Dunia 1986 dan 1990. Argentina juara pada 1986; Jerman (saat itu masih bernama Jerman Barat) pada 1990.

Sejak tahun 2000, Jerman selalu kesulitan melawan negara besar sepak bola. Dalam sepuluh pertandingan mereka kalah. Dalam enam pertandingan lainnya, bermain imbang. Pada gelaran Piala Dunia 2006, lawan-lawan Jerman bukan tim besar: Ekuador, Polandia, dan Kosta Rika di Grup A serta Swedia di 16 besar. Argentina adalah ujian. Argentina adalah pembuktian.

Terpilihnya Jens Lehmann sebagai kiper nomor satu Jerman di Piala Dunia 2006 menuai kontroversi. Pasalnya masih ada Oliver Kahn yang masih punya pengaruh kental dalam tim.

Sampai laga pembuka melawan Kosta Rika, keputusan pelatih Jurgen Klinsmann soal penjaga gawang masih menuai tanda tanya. Walau begitu sang pelatih tetap bergeming dan terus mempercayakan Lehmann di bawah mistar.

Contekan

Saat jeda istirahat untuk mempersiapkan pemain yang akan melakukan eksekusi penalti, pelatih kiper Jerman Andreas Kopke memberikan secarik kertas kepada Lehmann.

Kertas itu dibaca lalu dilipat dan dimasukkan oleh Lehmann di balik kaos kaki yang dikenakannya. Setiap pemain Argentina berjalan ke titik putih, Lehmann mengambil contekan itu dan membacanya. Rupanya kertas itu kecil tentang kebiasaan para algojo Argentina saat mengeksekusi penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tidak mudah juga membaca kertas contekan yang ditulis dengan pensil dan kemudian basah oleh keringat itu. Catatan yang ditulis dan diserahkan oleh Kopke itu berisi tujuh nama. Di antaranya: Riquelme kiri-atas, Crespo lari jauh/lurus, lari pendek/lurus, Heinze kiri datar, Ayala menunggu lama, lari jauh ke kanan, Messi kiri, Aimar kiri jauh dan Rodriguez kiri. Data contekan soal kebiasaan penalti para pemain Argentina didapatkan oleh Kopke dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Sedang DFB mendapatkan informasi tersebut dari seorang pelatih berkebangsaan Belanda, Huub Stevens, yang punya catatan tentang 13 ribu tendangan penalti.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan