Iwan Bule Bantah Persis Solo Punya 'Kekuatan Super' Dorong KLB PSSI

Suara Persis Solo dan Persebaya Surabaya sebenarnya tidak cukup untuk meminta PSSI menggelar KLB.

Diterbitkan 02 November 2022, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Persis Solo bersuara lantang menyikapi tragedi Kanjuruhan. Bersama Persebaya, tim pendatang baru di Liga 1 itu mendorong perlunya reformasi di kepengurusan PSSI di bawah komando Mochamad Iriawan.

Kedua tim ini kemudian secara resmi mengusulkan dilakukannya KLB PSSI. Sesuai statuta, kekuatan dua voter saja sebenarnya tidak cukup untuk mendorong agenda tersebut. Hanya saja, melalui rapat komite eksekutif darurat yang digelar Jumat (28/10/2022) lalu, PSSI memutuskan untuk mempercepat KLB.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menjelaskan bahwa setiap voters berhak untuk merekomendasikan KLB. Hanya saja, suara Persis dan Persebaya Surabaya saja memang belum cukup mendorong hal itu dilakukan. Menurut Iriawan, sesuai statuta PSSI, KLB baru bisa dilakukan bila disetuji 2/3 jumlah voters.

Iriawan juga menilai, usulan KLB dari Persis bukan bagian dari intervensi. Sebab status tim Laskar Samber Nyawa sama dengan voter lainnya, meski dipimpin Kaesang Pangarep, putra Presiden RI, Joko Widodo.

"Saya rasa hak mereka para voter untuk mengajutkan apa yang direkomendasikan," kata Iriawan saat mengunjungi SCTV Tower, Senayan City, Senayan, Selasa (1/11/2022). "Status mereka juga sama dengan voter lain, dihitungnya satu suara," beber pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menambahkan.

Meski demikian, PSSI juga tidak ingin perpecahan terjadi di kalangan voter. Karena itu, lewat rapat Exco yang digelar, Jumat (28/10/2022) lalu, PSSI akhirnya memutuskan untuk mempercepat KLB. Lewat keputusan ini, PSSI juga berharap pemerintah segera memberi lampu hijau melanjutkan kompetisi.

“Kita tahu baru dua klub yang mengajukan KLB, di mana menurut aturan itu belum memenuhi kuorum, tetapi kita tidak ingin (masalah) itu berlarut-larut, voter bersilang pendapat. Saya takut ada gesekan psikologis atau fisik, maka kita memutuskan untuk KLB," beber Mochamad Iriawan menambahkan.

"Contohnya, kantor Asprov disegel trus ada pro dan kontra lalu menimbulkan gesekan. Saya tidak mau nanti ada korban. Jadi dengan KLB ini mudah-mudahan jadi tidak gaduh lagi. Sekarang kita tunggu, mekanismenya sesuai statuta. Sesuai dengan surat yang kita kirim ke FIFA," kata Iriawan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan