Screening 10 Menit Bikin Persaingan di Audisi PB Djarum 2022 Makin Ketat

Audisi PB Djarum 2022 sudah memasuki screening tahap kedua, peserta yang lolos berikutnya akan mengikuti turnamen.

Diperbarui 20 Oktober 2022, 18:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Tadi sih mainnya aku awalnya biasa aja, santai. Tapi waktu lawanku ketinggalan poin itu dia langsung grogi. Nah terus kan semakin terlihat dia mainnya gimana, jadi aku lebih optimis. Jadi main maksimal supaya orangtua senang dan aku lolos ke turnamen,” kata Gerald yang turun di nomor U-11 Putra.

Gerald bertutur, dirinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2022 karena ingin menjadi atlet binaan PB Djarum dan berkiprah sebagai atlet nasional dengan segudang prestasi. Sebelum menginjakkan kaki ke Kudus, atlet yang berasal dari PB Pandiga Yogyakarta telah menjalani persiapan latihan selama satu bulan.

“Aku yakin lolos dari screening tahap dua ini, Karena aku sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin sebelum ikut Audisi Umum,” kata Gerald yang mengidolakan Kevin Sanjaya.

Selain Gerald, atlet lainnya adalah Kenji Satria Pamungkas (U-13 Putra). Meski dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, tak mematahkan semangat dari peserta asal Sragen, Jawa Tengah ini untuk menggapai mimpinya untuk bergabung ke PB Djarum. Ditemani kedua orangtua serta pelatih, Kenji berusaha semaksimal mungkin agar dapat mencuri perhatian Tim Pencari Bakat dengan gaya bermain yang berbeda dari peserta lainnya.

“Walaupun aku seperti ini (difabel), tapi aku tetap optimis lanjut ke turnamen. Yang membuat aku semangat adalah orangtua dan pelatih karena mereka selalu mendukung aku supaya bisa mewujudkan mimpi aku di dunia bulutangkis. Semoga aku bisa masuk jadi atlet PB Djarum,” ujar Kenji.

 

Fase Selanjutnya

 

Setelah screening tahap kedua, Audisi Umum PB Djarum 2022 akan berlanjut ke tahap turnamen dari tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2022 dan selanjutnya memasuki babak karantina. Untuk kategori putra, para semifinalis di kelompok usia U-11 dan U-13 akan masuk ke tahap karantina. Sementara di sektor putri, mereka yang berhak melaju ke tahap karantina adalah yang berhasil masuk ke babak final turnamen.

“Kami berharap di fase turnamen, peserta bisa lebih memaksimalkan kesempatan yang ada. Kemudian kami memberikan ruang untuk peserta menunjukkan kualitas mereka sebenarnya seperti apa di dalam pertandingan yang utuh karena sudah sistem gugur. Jadi kami bisa melihat semangat juang mereka seperti apa, kemudian keinginan pantang menyerahnya seperti apa, cara bermain seperti apa itu di tahap turnamen akan terlihat,” pungkas Sigit.

Legenda bulutangkis Indonesia yang merupakan Juara All England tiga kali (tahun 1978, 1979, 1981), Liem Swie King yang turut bergabung dalam Tim Pencari Bakat mengapresiasi perjuangan para atlet muda dalam mengejar Super Tiket guna bergabung menjadi atlet PB Djarum. King berpesan para atlet muda harus menunjukkan daya juang tinggi ketika bertanding di atas lapangan karena hal tersebut menjadi salah satu faktor penilaian agar para atlet dapat lolos ke babak selanjutnya.

“Saya takjub melihat jumlah peserta yang sedemikian banyak. Mereka memiliki semangat yang sangat luar biasa. Untuk itu, saya berpesan pantang menyerah ketika bertanding, agar mendapatkan hasil yang terbaik,” kata King.

Selain Liem Swie King, Tim Pencari Bakat juga dihuni oleh barisan legenda bulutangkis Indonesia, yaitu Alan Budikusuma, Susy Susanti, Eddy Hartono, Haryanto Arbi, Kartono, Maria Kristin, Fung Permadi, Ivana Lie, Liliyana Natsir, Lius Pongoh, Richard Mainaky, Yuni Kartika, dan Tontowi Ahmad.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan