Kemenpora Beri Pelatihan di Sleman

Acara yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 17 Oktober 2022 di Aula Pondok Pesantren Sabilul Huda,

Diperbarui 19 Oktober 2022, 11:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora menggelar workshop kaderisasi pesantrenpreneur yang merupakan program pengembangan kewirausahaan pemuda. Tema yang diusung adalah "Mendorong Perekonomian Daerah Bangkit dan Bertumbuh Kembali Melalui Workshop budidaya Anggur dan Ikan Koi".

Acara yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 17 Oktober 2022 di Aula Pondok Pesantren Sabilul Huda, Pakembinangun, Pakem, Sleman, DIY, diikuti oleh 100 santri dari pondok pesantren dan karang taruna dan dihadiri oleh Ketua Pondok Pesantren, Ashadi, Lurah Pakembinangun, Suratno dan Perwakilan dari Kemenpora Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Dzikro.

Dalam pembukaan perwakilan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Dzikro menyampaikan, bahwa bonus demografi merupakan anugrah yang harus dikelola dengan baik secara bersama-sama antara pemerintah dengan swasta, lembaga masyarakat, maupun dengan masyarakat maka Kemenpora sejalan dengan RPJMN melaksanakan pengembangan kewirausahaan pemuda melalui penumbuhan minat, kaderisasi, pendampingan, pengembangan ekosistem dan akses permodalan guna menstimulasi kemunculan dan berkembangnya wirausaha pemuda.

Dalam hal ini, Kemenpora bekerjasama dengan Pondok Pesantren Sabilul Huda yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam menggerakkan wirausaha bagi para santrinya.

Sementara itu, ketua Ponpes Sabilul Huda Ashadi, dalam mendidik santrinya selain memperbaiki akhlak melalui ajaran agama Islam juga santri diajarkan berbudidaya tanaman, ternak mupun perikanan karena diharapkan nanatinya para santri bisa mandiri bahkan menolong orang lain.

Hal senada juga dilontarkan Lurah Pakembinangun, Suratno. Menurutnya para kaula muda khususnya di Yogyakarta harus lebih jeli melihat potensi dan peluang bisnis di daerahnya. Sebab, pemuda di daerah harus selangkah lebih maju walaupun banyak pendatang yang juga ikut membuka usahanya.

Mental

"Jadikanlah itu sebagai bahan transfer pengetahuan/ belajar sehingga nantinya pemuda daerah dapat berinovasi selangkah lebih maju dari mereka," ujar Suratno.

Sebagai informasi, workshop dibagi ke dalam tiga tahapan motivasi, pengetahuan bisnis tentang perencanaan dan marketing, serta pemahaman dan praktek budidaya anggur dan koi.

Salah satu narasumber dari PT. PAG sebelum membawakan materi perencanaan bisnis dan marketing, memotivasi peserta bahwa dengan untuk menjadi negara maju diperlukan 5% penduduk menjadi wirausaha mapan, sedangkan wirausaha mapan harus dirintis dari dini dengan mental kemandirian, jujur dan gigih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mental untuk mendiri dan menolong orang adalah jiwa wirausaha. Kemudian bahwa perencanaan dan marketing adalah pengetahuan dan skill yang menjadi ujung tombak kemajuan bisnis.

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan