Belum Tampil di Piala Dunia 2022, Neymar Jr Malah Terancam Masuk Penjara

Neymar Jr terseret kasus dugaan penipuan transfer. Dia terancam gagal tampil di Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 16 Oktober 2022, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Megabintang Timnas Brasil, Neymar Jr terancam hukuman penjara dua tahun. Hal ini juga bisa mengancam keikutsertaanya pada Piala Dunia 2022 Qatar yang tinggal sebulan lagi digelar.

Sebabnya, Neymar tersangkut kasus dugaan penipuan transfernya dari Santos ke Barcelona pada 2013.

Neymar dan Barcelona akan datang sebagai pihak tergugat Senin depan. Mereka digugat oleh firma investasi asal Brasil, DIS.

Kasus ini juga menyeret pihak lain sebagai tertuduh, mulai orang tua Neymar, dua mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan Sandro Rosell, serta eks presiden Santos, Odilio Rodrigues.

Penyelidikan dimulai pada 2015 lalu. DIS, perusahaan Brasil yang memiliki 40 persen hak olahraga sang pemain ketika berada di Santos, mengajukan gugatan.

Saat transfer Neymar terjadi, Barcelona mengklaim nilai transfer 'hanya' 57,1 juta euro atau Rp 859 miliar. Sebanyak 40 juta euro (Rp 602 miliar) dibayarkan ke keluarga Neymar, dan sisanya diberikan ke Santos. DIS hanya menerima 40 persen dari 17,1 juta euro yang diterima Santos atau sekitar 6,84 juta euro (Rp 103 miliar).

Hal ini yang membuat DIS keberatan dan menggugat Neymar, Barcelona, dan Santos ke pengadilan, karena nilai transfer sang bomber diduga lebih dari angka yang sebenarnya disepakati.

“Hak kepemilikan Neymar tidak dijual ke penawar tertinggi. Ada klub yang menawarkan lebih dari 60 juta euro,” kata pengacara DIS, Paulo Nasser, dilansir NDTV.

Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada 20 November hingga 18 Desember. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang berlangsung pada musi dingin.

Dua Tahun Penjara

Jika terbukti bersalah, penyerang Paris Saint-Germain itu bisa menghadapi dua tahun penjara dan denda 10 juta euro (9,7 juta dolar AS).

Neymar diharapkan hadir di pengadilan ketika persidangan dibuka, meskipun kehadirannya belum dikonfirmasi secara resmi. Dia akan bersaksi pada 21 Oktober atau 28 Oktober.

Jadwal itu sekitar tiga pekan sebelum Piala Dunia dimulai pada 20 November, dengan Neymar memimpin Brasil ke pertandingan pembuka Grup G melawan Serbia empat hari kemudian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Transfer Neymar pada 2013 juga menarik perhatian otoritas Spanyol yang membuka penyelidikan penggelapan pajak ke Barcelona. Pada tahun 2016, mereka mencapai kesepakatan dengan klub yang setuju untuk membayar denda 5,5 juta euro untuk menghindari persidangan. Pengacara Neymar bersikeras klien mereka tidak bersalah, mengatakan 40 juta euro adalah "bonus penandatanganan legal yang normal di pasar transfer sepak bola". Namun, sejarah rumit Neymar dengan Barca tidak berakhir di situ. Sang bintang memutuskan hengkang ke Paris Saint-Germain pada 2017. Itu memicu serangkaian perselisihan hukum, dengan Barcelona menahan bonus perpanjangan kontraknya dan menuntut pemain tersebut karena melanggar kontrak. Neymar menggugat balik. Kedua belah pihak akhirnya mencapai penyelesaian di luar pengadilan pada tahun 2021.

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan