Seluruh Stadion Piala Dunia 2022 Qatar Dilengkapi Teknologi Pendingin Udara

Delapan stadion yang menjadi tempat pertandingan Piala Dunia 202 Qatar dilengkapi teknologi AC raksasa.

Diterbitkan 15 Oktober 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Ada hal unik yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar, yaitu seluruh stadion dilengkapi dengan teknologi pendingin udara. Teknologi ini untuk meminimalkan potensi suhu udara yang panas di wilayah Qatar.

Harapannya, pemain yang bertanding tidak akan terganggu dengan suhu panas yang bisa mencapai 25-28 derajat celcius pada bulan November. Selain para pemain dan ofisial serta perangkat pertandingan, teknologi ini juga untuk memberi kenyamanan penonton di stadion Piala Dunia 2022.

Dilansir dari Sport Bible, pendingin udara ini dipasang di bawah tempat duduk penonton di tribun dan sebagain di daerah lapangan stadion Piala Dunia 2022 untuk menjaga suhu tanah dan rumput tetap stabil bagi para pemain.

Teknologi pendinginan yang melibatkan penggunaan energi matahari ini dikembangkan oleh beberapa universitas di Qatar. Dr Saud Abdulaziz Abdul Ghani seorang Profesor di College of Engineering Qatar didapuk sebagai pemimpin dari pengembangan teknologi ini.

"Kami tidak hanya mendinginkan udara, kami juga membersihkannya," kata Ghani dalam wawancara dengan FIFA.com.

"Kami memurnikan udara untuk penonton. Misalnya, orang yang memiliki alergi tidak akan mengalami masalah di dalam stadion kami karena kami memiliki udara paling bersih dan paling murni," sambung dia.

 

 

Berada di Bawah Tempat Duduk

Udara pendingin akan masuk melalui kisi-kisi yang terpasang di tribun dan nozel besar di samping lapangan. Teknik yang digunakan adalah dengan memanfaatkan sirkulasi udara.

Udara yang didinginkan ditarik ke dalam, lalu didinginkan, disaring, dan didorong keluar di tempat yang dibutuhkan. Teknik ini berkaitan dengan desain dan ukuran stadion yang memang dipersiapkan agar sirkulasi udara berjalan baik.

"Hal terpenting untuk mendinginkan secara efektif adalah jangan sampai angin luar masuk ke stadion. Itu sebabnya ukuran dan desain stadion harus dipelajari dan diubah sedemikian rupa sehingga menghalangi udara hangat memasuki stadion," jelas Saud Abdul Ghani.

Diharapkan dengan adanya teknologi ini para pemain, ofisial dan perangkat pertandingan serta penonton tidak terganggu dengan suhu panas di Qatar.

 

Teknologi Ramah Lingkungan

Saud Abdul Ghani meyakini teknologi air conditioner (AC) raksasa ini tidak akan mencemari lingkungan. Ia mengklaim dalam pengembangamnya teknologi ini menggunakan energi yang baik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ghani memastikan bahwa pengurangan suhu stadion ini hanya menghasilkan satu per lima dari emisi yang dihasilkan untuk mendinginkan atrium bandara yang berukuran sama. Sementara itu, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad menegaskan pihaknya selalu berkomitmen sebagai tuan rumah untuk menjaga lingkungan dan mengedepankan semangat turnamen netral karbon. "Melalui penggunaan energi surya di stadion dan penggunaan pendingin, teknologi pencahayaan dan air yang hemat energi," ujar Sheikh Tamim bin Hamad. Meskipun sempat ada beberapa aktivis lingkungan yang skeptis bahwa AC raksasa tersebut ramah lingkungan. Para aktivis khawatir adanya teknologi ini justru meningkatkan emisi karbon.  

Halaman
Show All
Rangga Ari, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan