Lothar Matthaus Soroti Kelemahan Inggris Jelang Piala Dunia 2022

Kiper merupakan sektor yang jadi kelemahan timnas Inggris di Piala Dunia 2022. Legenda Jerman Lothar Matthaus mengingatkan hal itu kepada Gareth Southgate

Diterbitkan 11 Oktober 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Casillas, seperti dilansir dari Telegraph, 9 Juni 2010, menunjuk pada kesiapan mental Robert Green, David James, dan Joe Hart—tiga kiper yang dibawa Fabio Capello—di Piala Dunia 2010. Ketiganya tidak berpengalaman tampil di ajang bergengsi, semisal kompetisi di Eropa (Liga Champions dan UEFA Europa League) 2009.

Peran Mental

“Tidak satu pun dari kiper yang mereka bawa telah tampil di level Eropa, level tertinggi di klub. Lagipula, jika Anda tidak pernah bermain di level tertinggi klub, maka Anda bakal menemukan kesulitan tampil di level internasional.”

“Jika Anda melihat saya, Gigi Buffon dari Italia, dan Julio Cesar dari Brasil, kami bertiga adalah pemain yang pernah meraih gelar di Piala Eropa, Piala Dunia, dan kompetisi Eropa. Di level top seperti itu, peran mental sangat besar dampaknya. Kesalahan kiper sekecil apapun bakal jadi sorotan. Jadi, di ajang Piala Dunia, bukan hanya sisi kemampuan yang berbicara, melainkan faktor pengalaman menghadapi partai besar,” tegas Casillas.

Mapan

Hal serupa juga disoroti oleh mantan kiper timnas Jerman, Oliver Kahn saat berlangsung babak 16 besar Piala Dunia 2010. Saat itu ia menyatakan yakin Jerman akan menang, karena lebih lengkap dan solid.

Menurutnya, Inggris lemah di gawangnya, karena tak memiliki kiper yang mapan.

"Inggris selalu punya kiper bagus, seperti Peter Shilton dan David Seaman. Namun, kali ini mereka tampak kesulitan mendapatkan kiper," ujar Kahn.

Menurutnya Inggris sangat memprihatinkan di sektor kiper. Di saat tim lain sudah bisa memastikan kiper utamanya, Inggros justru masih mencari-cari saat Piala Dunia sudah berlangsung.

"Peran kiper sangat penting. Harusnya, sudah jauh hari sitemukan dan ditentukan siapa kiper utamanya. Tapi, Inggris belum bisa mendapatkannya. Itu cukup rawan," jelasnya.

Komentar Cech

Sedangkan kiper Chelsea, Petr Cech pada 2015 pernah menyebut pembinaan untuk kiper di Inggris sedikit berbeda, termasuk jika dibandingkan dengan negaranya, Republik Ceko.

Menurut Cech, cara pembinaan yang kuno membuat Inggris mengalami krisis di bawah mistar gawang. Lantaran kesalahan pembinaan itulah Inggris kekurangan kiper berbakat. Selain itu, ia juga mengkritisi setumpuk pertanyaan yang pernah didengarnya soal mengapa kiper Inggris jarang diberi kesempatan.

"Pertanyaan seperti itu tidaklah tepat. Seharusnya mereka bertanya tentang upaya keras apa saja yang telah dilakukan hingga menjadikan kiper asing lebih baik dibanding kiper Inggris," kata Cech.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan