HEADLINE: Kedatangan Presiden FIFA ke Indonesia, Upaya Selamatkan Sepak Bola Nasional?

Tragedi Kanjuruhan kembali membuat FIFA turun tangan membenahi sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 11 Oktober 2022, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyelidikan terhadap tragedi Kanjuruhan, terus berjalan. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab di balik insiden yang merenggut jiwa 130 orang tersebut. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF Tragedi Kanjuruhan terus bekerja untuk mencari akar permasalahannya. Sejumlah pihak juga sudah ditetapkan sebagai tersangka menyusul kerusuhan yang pecah usai laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.

FIFA selaku induk organisasi sepak bola di dunia belakangan sampai turun tangan. Rencananya, lembaga yang bermarkas di Zurich, Swiss tersebut bakal ikut mengurai benang kusut kompetisi di Indonesia yang berperan atas terjadinya kerusuhan sepak bola paling mematikan kedua di dunia tersebut.

"Tanggal 18 Oktober, Presiden FIFA (Giani Infantino) akan hadir di sini bertemu dengan Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk menyepakati beberapa hal. Kita harapkan pertemuan tersebut memberikan hasil baik," kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam keterangannya, 9 Oktober 2022.

Upaya mendekati Federation Internationale de Football Association atau FIFA ini gencar dilakukan usai Tragedi Kanjuruhan pecah. Baik PSSI maupun pemerintah rajin melakukan korespondensi. Hanya dua hari setelah kejadian, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi sudah langsung menghubungi dan berbicara dengan pimpinan FIFA Gianni Infantino.

Perbincangan dilakukan lewat sambungan telepon internasional. Selain soal tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi juga membahas Piala Presiden U-20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia.

Tidak berhenti di sini saja, pada 5 Oktober 2022, pemerintah juga mengirim Erick Thohir untuk bertemu langsung dengan Infantino di Doha, Qatar yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Erick bukan sosok baru bagi Infantino. Mereka sudah kenal sejak 2015 lalu. Saat itu, Erick masih menjabat sebagai presiden Inter Milan, sementara Infantino merupakan Sekjen UEFA, induk organisasi sepak bola Eropa. Keakraban mereka cepat terbangun mengingat Infantino juga fans Inter Milan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di luar itu, Erick juga sudah berpengalaman berurusan dengan FIFA. Pada tahun 2015, Erick bolak-balik berkoordinasi dengan FIFA untuk menyelematkan Indonesia dari sanksi pembekuan, menyusul kisruh yang melanda PSSI sebagai anggota FIFA dengan Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Imam Nahrawi. Erick berhasil menemui Infantino di Qatar pada 5 Oktober 2022. Keduanya berbincang banyak tentang tragedi Kanjuruhan sebelum pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama. Pada kesempatan ini, Erick juga membawa surat dari Presiden Jokowi. "Ketika saya berdiskusi dengan FIFA, saya juga telepon Pak Menpora (Zainudin Amali), saya telepon Ketua (Umum) PSSI (Mochamad Iriawan), bahkan Pak Mahfud Md (Menko Polhukam dan Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan) juga saya telepon. Karena yang terpenting, pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah-masalah itu, tetapi jangan sampai berbenturan dengan aturan FIFA," kata Erick.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Shinta NM Sinaga, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan