Meski Sedang Berperang, Ukraina Gabung Spanyol dan Portugal Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Di tengah invasi Rusia yang belum juga berakhir, Ukraina bergabung dengan Spanyol dan Portugal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030

Diterbitkan 05 Oktober 2022, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya yakin Piala Dunia 2030 akan dimainkan di Spanyol dan Portugal," kata Ceferin melalui konferensi video saat pembukaan kongres internasional Football Talks di Lisbon, Senin (5/9/2022), dikutip dari Reuters.

Ukraina memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Euro 2012 bersama Polandia. Saat itu Piala Eropa 2012 berjalan sukses, yang menjadi modal bagi Ukraina bahwa mereka mampu menggelar acara berskala besar.

Bergulir

Saat ini, kompetisi liga domestik Ukraina sudah digelar sejak Agustus 2022 lalu, meski dilangsungkan secara tertutup dan di wilayah yang relatif aman.

Sedangkan tim nasional Ukraina masih melakoni partai kandang mereka di Polandia demi meminimalisir risiko.

Diyakini pada gelaran Piala Dunia 2030, delapan tahun mendatang, situasi di Ukraina sudah semamn aman, kondusif dan damai.

Spanyol menjadi tuan rumah Piala Dunia 1982. Sedangkan Portugal tidak pernah menyelenggarakan Piala Dunia, tetapi menjadi tuan rumah Euro 2004. Spanyol dan Portugal mengikuti bidding pada 2018, tapi kalah dari Rusia

Sementara itu Uruguay optimis bisa memenangkan pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Chili, Argentina dan Paraguay. Keempat negara itu mewakili Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Peluang

Berdasarkan keputusan FIFA untuk menggilir Piala Dunia di berbagai konfederasi, CONMEBOL memiliki peluang untuk menjadi penyelenggara. Setelah CONCACAF mendapat giliran menggelar Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, kawasan selatan bisa mendapat kesempatan pada 2030.

Semula hanya Argentina dan Uruguay mengajukan ide tuan rumah ganda pada 2030. Namun Paraguay dan Uruguay kemudian ikut dalam pencalonan bersama dari kawasan Amerika Selatan. Apabila pencalonan sukses, maka sejarah berulang. Uruguay ialah tuan rumah Piala Dunia perdana pada 1930 dan kini siap menjadi tempat peringatan satu abad atau 100 tahun kejuaraan olahraga paling terkenal di muka bumi.

Dengan mengusung tema “Mundial Centenario”, Uruguay memimpin kampanye bersama Argentina, Paraguay dan Chile untuk membawa Piala Dunia kembali ke bagian selatan benua Amerika.  

"Ini adalah mimpi sebuah benua," kata Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Alejandro Dominguez, seperti laporan Reuters pada Rabu (03/08/2022).

"Tentu masih akan ada Piala Dunia berikutnya, tapi peringatan usia 100 tahun hanya satu kali, dan turnamen itu perlu pulang ke rumah," kata Dominguez dalam sebuah acara di Stadion Centenario Montevideo, lokasi Uruguay mengalahkan Argentina untuk jadi juara Piala Dunia pertama pada 1930.

Dari keempat negara itu, hanya Paraguay yang belum pernah menjadi tuan rumah. Setelah Uruguay pada 1930, Argentina dan Chile juga menjadi tuan rumah Piala Dunia, masing-masing pada 1978 dan 1962.

Penentuan tuan rumah Piala Dunia 2030 akan diumumkan dalam kongres FIFA pada tahun 2024.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan