Polri Mutakhirkan Data Korban Tewas Jadi 125 Orang, Tragedi Kanjuruhan Paling Mematikan Ketiga di Sepak Bola Dunia

Polri telah melakukan pembaruan data mengenai korban tewas dalam, tragedi Arema yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). Hasil pemutakhiran mendapati didapati 125 orang meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut.

Diperbarui 03 Oktober 2022, 18:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI agar menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilaksanakan,” pungkasnya.

Kronologi Tragedi

Duel antara Singo Edan melawan Bajul Ijo pada Sabtu (1/10/2022) malam berakhir dengan kemenangan tipis 3–2 untuk keunggulan tim tamu. Pendukung Arema yang tak terima akan kekalahan timnya langsung menyerbu ke lapangan setelah wasit meniupkan peluit panjang.

Petugas keamanan sempat mencoba menghalau serbuan suporter dengan menembakkan gas air mata. Akan tetapi, kondisi justru menjadi makin kacau.  Salah seorang suporter yang selamat dari kerusuhan, Rezqi Wahyu, menceritakan detik-detik kejadian melalui Twitter.

Menurutnya, kerusuhan bermula dari satu orang Aremania di tribun selatan yang nekat masuk ke lapangan dan mendekati pemain Sergio Silva dan Adilson Maringa. Sang suporter mencoba memberikan motivasi dan kritik terhadap penggawa Arema.

Aksi ini lantas diikuti beberapa pendukung Singo Edan lain yang masuk ke lapangan guna meluapkan kekecewaannya. Jumlah suporter di lapangan kian banyak dari berbagai sisi stadion. Mereka pun mulai bertindak agresif dengan melemparkan benda-benda ke lapangan.

Hukuman Berat Arema

Arema bakal menerima hukuman berat menyusul terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI Irjen Pol (Puwn) Erwin Tobing menyebut klub berjuluk Singo Edan itu terancam dilarang menjadi tuan rumah pertandingan hingga akhir kompetisi musim ini.

“Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema, bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi Liga 1 musim ini, tidak diperkenankan menjadi tuan rumah,” ujarnya seperti dilansir dari situs resmi PSSI pada Minggu (2/10/2022).

“Selain itu, sanksi lainnya juga menanti. Kita dukung aparat kepolisian untuk menindaklanjuti insiden ini. Siapa pun yang salah harus dihukum,” kata Erwin menambahkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan