Jelang Kick Off Piala Dunia 2022, Ada Tiga Masalah Muncul di Qatar

Ada tiga masalah pelik yang terjadi di Qatar jelang uji coba stadion untuk Piala Dunia 2022. Masalah apa saja?

Diterbitkan 16 September 2022, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jelang pembukaan Piala Dunia 2022, ada tiga masalah muncul setelah adanya ujicoba pada beberapa stadion di Qatar untuk digunakan sebagai arena pertandingan Piala Dunia.

Salah satu masalahnya adalah kekurangan air, tak hanya itu terdapat tiga masalah muncul usai para panitia pelaksana Piala Dunia Qatar 2022 melakukan uji coba terhadap salah satu stadion.

Stadion yang dimaksud adalah Lusail Iconic Stadium untuk menggelar final Piala Dunia 2022. Dalam uji coba tersebut, Qatar menggelar pertandingan bertajuk Lusail Super Cup yang mempertemukan Al Hilal SFC (juara Liga Arab Saudi 2021-2022) dan Zamalek SC (juara Liga Mesir 2021-2022), Jumat (9/9/2022) waktu setempat. 

Hasilnya, Al-Hilal berhasil mengalahkan Zamalek lewat adu penalti dengan skor 4-1 usai bermain 1-1 di waktu normal.Sayangnya, meski berlangsung meriah dengan dihadiri 77 ribu orang, laga uji coba untuk Piala Dunia 2022 itu ternyata menimbulkan tiga masalah logistik.

Seperti yang dikutip dari Express, Kamis (15/9/2022), ada tiga masalah mulai dari kekurangan air, antrean panjang, dan masalah sistem pendingin.

Untuk masalah kekurangan air, di tengah cuaca panas yang mencapai 34 derajat celcius, persediaan air baik di dalam maupun di luar stadion tidak mencukupi.

Kemudian untuk persoalan antrean, pintu masuk stasiun kereta dengan stadion hanya berjarak 400 meter. Para penggemar menunggu dalam antrean yang mengular sepanjang 2,5 kilometer.

Sementara itu, sistem pendingin stadion yang digambarkan Qatar sebagai yang tercanggih masih tidak memberikan efek cukup baik.

Pelaku Seks Bebas dan Kumpul Kebo di Piala Dunia 2022 Qatar Dipenjara

Qatar juga melarang fans-fans dari luar untuk melakukan tindakan kumpul kebo. Suporter laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, tidak akan bisa memesan satu kamar hotel yang sama.

Laporan Daily Star, aturan ini bahkan sudah mulai diterapkan. Qatar, sebagai negara yang menganut norma ketimuran dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam melarang keras seks bebas.

Tak tanggung-tanggung, apabila ada yang melanggaranya akan mendapatkan sanksi paling berat yakni penjara selama tujuh tahun.

"Kecuali Anda datang ke sini sebagai suami-istri, itu tidak masalah. Tapi kalau mau seks bebas, jangan di sini karena Anda bisa mendekam di penjara," kata salah seorang polisi di Qatar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara itu, Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022, Nasser al-Khater menegaskan, Qatar terbuka kepada semua fans dari berbagai belahan dunia. Namun, Qatar juga memina para tamu harus menghormati norma-norma yang sudah berlaku di negara mereka. "Semua orang diterima di Qatar dan mereka akan merasa aman. Qatar adalah negara yang toleran dan ramah. Mungkin Qatar ada sedikit berbeda dari negara lain, maka kami berharap para fans untuk menghormati aturan yang ada," kata Nasser. “Keselamatan dan kenyamanan setiap penggemar adalah yang paling penting bagi kami. Tapi, bermesraan di depan umum dilarang, itu bukan bagian dari budaya kami, dan itu berlaku untuk semua orang," jelasnya.

Halaman
Show All
Jefry Hutabarat, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan