Bintang Piala Dunia yang Bersinar (dan Gagal) di Liga Indonesia

Jelang bergulirnya turnamen besar di Qatar, menarik untuk melihat sejumlah pemain top dunia jebolan Piala Dunia yang pernah main di Indonesia.

Diterbitkan 08 September 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah itu, Marcel hijrah ke Montpellier di Liga Prancis hingga memenangkan Piala Intertoto tahun 1999. Ia bahkan bergabung dengan Timnas Kamerun untuk Piala Dunia 1998. Artinya, prestasinya makin moncer setelah main di Indonesia. Prestasi terbaik Marcel lainnya adalah juara Piala Afrika bersama Kamerun pada tahun 2000.

Ia bahkan sempat kembali ke Indonesia pada 2008-2009 memperkuat Persita Tangerang dengan torehan dua gol dalam 18 laga.

Pemain Timnas Kamerun di Piala Dunia 1990 lain yang pernah main di Indonesia adalah Jean-Pierre Fiala. Ia tampil bersama Persema Manado pada 1996 sampai 1998.

Penyerang Piala Dunia Banyak Gagal di Indonesia

Pada tahun 2000-an, Liga Indonesia masih banyak mendatangkan pemain-pemain yang memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia.

Pierre Njanka contohnya. Bek andalan Kamerun di Piala Dunia 1998 ini pertama kali didatangkan Persija Jakarta sebelum berpindah klub ke Arema FC, Aceh United, Mitra Kukar, hingga Persisam Putra Samarinda.

Prestasi terbaik ditorehkannya saat berkostum Arema FC karena sukses merebut gelar juara Liga Super Indonesia musim 2009-2010.

Jelang musim 2012, PSMS Medan sempat berjudi mendatangkan Natsja Ceh asal Slovenia. Ia pernah tampil di Piala Dunia 2002. Statistiknya kurang memuaskan hanya mencetak tiga gol dalam 14 pertandingan.

Ivan Bosnjak yang pernah membela Kroasia di Piala Dunia 2006 juga sempat didatangkan Persija Jakarta pada 2014. Sayang, eks kolega Luka Modric dan Ivica Olic itu kurang bersinar dengan empat gol dalam 14 laga.

Pada 2017, datang Shane Smeltz yang merupakan pemain Selandia Baru di Piala Dunia 2010. Sama seperti Bosnjak, dia gagal bersinar dengan lima gol dalam 20 pertandingan.

 

Jebolan Premier League Gigit Jari

Walaupun ada yang gagal, klub-klub Indonesia belum kapok mendatangkan pemain jebolan Piala Dunia. Semen Padang mendatangkan Didier Zokora pada 2017 lalu. Ia bukan pemain sembarangan. Zokora pernah membela Pantai Gading di Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014.

Bahkan Zokora pernah tampil di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur. Sayang, performanya jauh dari harapan saat tampil bersama "Kabau Sirah".

Zokora sama sekali gagal mencetak gol setelah tampil sebanyak 11 kali. Marquee Player itu pun dilepas jelang putaran kedua musim 2017 karena penampilannya yang buruk.

Pada musim yang sama, Madura United juga mendatangkan seorang pemain kelas dunia yaitu Peter Odemwingie. Penyerang Nigeria di Piala Dunia 2010 ini pernah membela sejumlah klub Liga Inggris yaitu Stoke City, Cardiff City, hingga West Bromwich Albion.

Performanya di Indonesia cukup manis dengan mengemas 15 gol dalam 24 pertandingan. Namun, Odemwingie hanya bertahan satu musim karena kecewa dengan kerasnya pertandingan di Indonesia.

Essien Kagum dan Rindu Liga Indonesia

Dari nama-nama di atas, mungkin nama Michael Essien yang paling tenar. Gelandang Timnas Ghana di Piala Dunia 2006 ini pernah menjadi pilar di klub top dunia seperti Chelsea, Real Madrid hingga AC Milan.

Essien secara mengejutkan bergabung dengan Persib Bandung pada 2017. Kedatangannya membuat gairah sepak bola Tanah Air kembali membara. Kedatangan suporter ke stadion pun meningkat.

Berposisi sebagai gelandang bertahan, Essien bermain sebanyak 29 kali untuk Persib dengan catatan lima gol. 

Meski hanya bermain satu musim, dia ternyata sangat terkesan dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Bahkan Essien secara terbuka menyatakan kerinduannya terhadap Stadion Gelora Bandung Lautan Api di sosial media.

Untuk saat ini, Liga Indonesia masih menjadi pelabuhan bagi pemain-pemain impor yang punya prestasi bagus bersama tim nasional masing-masing.

Seperti Michael Krmencik dan Ondrej Kudela (Republik Ceko) bersama Persija Jakarta, atau Jaja dan Lulinha (Brasil) yang kini menjadi bintang Madura United.

Namun, belum ada lagi pemain jebolan Piala Dunia yang bermain di Liga 1. Apakah akan ada di masa depan usai Piala Dunia 2022?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan