Kabar Buruk Guncang Belanda Jelang Piala Dunia 2022 Qatar

Georginio Wijnaldum bisa absen membela Timnas Belanda di Piala Dunia 2022. Pasalnya, jika Wijnaldum pulih sesuai tenggat waktu, dia baru akan pulih pada November mendatang.

Diterbitkan 25 Agustus 2022, 00:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Perasaannya sangat menyenangkan menjadi pemain Roma. Semua orang yang saya ajak bicara memberi umpan balik yang bagus soal klub ini," ujar Wijnaldum di situs resmi klub.

"Klub menjelaskan betapa mereka menginginkan saya lewat usaha yang dilakukan untuk menuntaskan kesepakatan, yang selalu memberi pemain kepercayaan diri dan keyakinan," ucapnya.

Sambutan dari suporter, di media sosial dan di tempat lain, juga luar biasa. Saya berjanji akan memberikan 100% dan membantu tim bersaing untuk semua target kami," jelas Wijnaldum.

Grup A Piala Dunia

Di Piala Dunia 2022, Belanda tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Qatar dan dua wakil dari Afrika dan Amerika Selatan, yakni Senegal dan Ekuador.

Undian ini terbilang menguntungkan untuk Belanda melaju ke babak 16 besar. Kendati demikian, Van Gaal mengaku bingung merespons hasil undian tersebut.

Sebab, dia belum mengetahui peta kekuatan dari lawan-lawan yang bakal dihadapi anak buahnya di Piala Dunia nanti.

"Saya tidak tahu apakah ini undian yang bagus. Saya tidak tahu banyak tentang negara-negara ini,” kata Van Gaal dilansir dari Mirror.

"Saya hanya pernah berlibur di Senegal dua tahun lalu. Saya belum pernah ke Ekuador dan saya belum pernah melihat Qatar bermain,” imbuhnya.

3 Kali Jadi Runner Up

Belanda bisa dibilang menjad salah satu tim yang paling sial di Piala Dunia. Sudah tiga kali masuk final, selalu berakhir tragis sebagai runner up.

Dua di antaranya, Belanda kalah dari negara tuan rumah, Jerman Barat pada 1974 dan Argentina pada 1978.

Laju dominan mereka sebagai unggulan datang di era 'total football' – gaya sepak bola yang mengalir bebas dan menyerang

Johan Cruyff, mungkin menjadi pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Belanda, dia merevolusi permainan.

Di Piala Dunia 1974, Belanda adalah tim paling dinanti penampilannya oleh penonton. Peragaan taktik total football menjadi alasannya.

Selain itu, skuat Belanda juga berisikan pemain-pemain legendaris sekaliber Ruud Krol, Rene van de Kerkhof, Johan Neeskens, dan Johan Cruyff.

Semua lawan dilibas dalam perjalanan menuju final, kecuali Swedia yang mampu menahan imbang di penyisihan grup.

Di partai final Piala Dunia 1974, Belanda kembali diunggulkan meski lawan yang dihadapi adalah Jerman Barat, sang tuan rumah.

Belanda berhasil mencetak gol cepat ketika laga baru berjalan dua menit melalui penalti Johan Neeskens.

Namun, Jerman membalasnya juga melalui penalti pada menit ke-25 oleh Paul Breitner. Usai gol tersebut, pemain Jerman Barat kian bersemangat.

Mereka berhasil membalikan keadaan melalui tembakan jarak dekat Gerd Mueller. Skor 2-1 untuk keunggulan Tim Panser bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Belanda membombardir pertahana Jerman Barat. Namun, keunggulan tuan rumah tak berubah hingga bubaran.

Jerman Barat berhak merengkuh trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah, menyusul prestasi edisi 1954.

Terlepas dari hasilnya, konsensus di antara para penggemar bahwa Belanda adalah tim yang lebih baik, tetapi mereka hanya kurang beruntung.

Namun, itu tidak terjadi di Buenos Aires melawan Argentina yang dikomandoi Oswaldo Ardiles dan Mario Kempes pada tahun 1978.

Argentina menang 3-1 sekaligus memupus harapan Belanda untuk menjadi juara yang pertama kalinya.

Upaya ketiga Oranje untuk meraih gelar juara terjadi di Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan.

Mereka kembali gagal. Gaya umpan pendek dan cepat Spanyol, serta gol menit akhir Andres Iniesta, menjadi kunci bagi trofi Piala Dunia pertama La Furia Roja.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan