Update Covid-19 Rabu 17 Agustus 2022: Bertambah 5.253 Kasus Positif, DKI Terbanyak

Kasus baru Covid-19 di Indonesia masih cukup banyak pada 17 Agustus 2022. DKI Jakarta penyumbang terbesar. Disusul Jabar.

OlehThomas
Diperbarui 17 Agustus 2022, 21:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Lembaga-lembaga negara juga mendukung pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ini," ucap Jokowi.

Ia meyakini Indonesia mampu mengelola agenda-agenda besar lainnya, apabila berhasil mengelola pandemi Covid-19 dengan baik. Jokowi menuturkan hal ini menjadi kekuatan bangsa untuk membangun Indonesia.

"Kekuatan kedua Indonesia adalah sumber daya alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadikekuatan besar Indonesia, jika kita kelola secara bijak dan berkelanjutan," tuturnya.

Namun, dia menekankan kekayaan sumber daya alam tersebut harus dihilirkan dan diindustrikan di dalam negeri. Sehingga, nilai tambahnya bisa maksimaluntuk kepentingan nasional.

Adapun kekuatan ketiga Indonesia adalah bonus demografi. Jokowi menyampaikan hal ini akan menjadi motor penggerak perekonomian nasional dalam menghadapi kompetisi global.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dampak Pandemi

Pengeluaran dan harga perjalanan bisnis diperkirakan tidak akan pulih ke tingkat pra-pandemi Covid-19 sampai sekitar tahun 2026, dua tahun lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hal itu diungkapkan dalam laporan dan perkiraan tahunan terbaru oleh Global Business Travel Association, yang diterbitkan pada Senin 15 Agustus 2022.

Dilansir dari CNBC International, Selasa (16/8/2022) perkiraan lambatnya pemulihan perjalanan bisnis dikarenakan inflasi dan kekurangan tenaga kerja yang menaikkan biaya perjalanan, termasuk masalah geopolitik.

Pengeluaran oleh pelancong bisnis, yang menjadi sumber pendapatan utama bagi perusahaan maskapai dan hotel, telah meningkat tahun ini.

Global Business Travel Association menyebut, pengeluaran perjalanan bisnis di seluruh dunia akan meningkat hampir 34 persen pada tahun 2022 menjadi USD 933 miliar.

Tetapi jumlah pengeluaran itu masih lebih kecil dari yang dilaporkan pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19, sebesar USD 1,4 triliun.

Dengan tingginya inflasi, biaya perjalanan diperkirakan akan terus naik hingga tahun 2023 mendatang.

Salah satunya di Amerika Serikat, di mana inflasi yang memicu kenaikan harga, pendapatan per kamar yang tersedia di hotel-hotel AS pada bulan Juli adalah USD 92,36, naik dari USD 88,05 dibandingkan periode yang sama tahun 2019, menurut data awal dari perusahaan data hotel STR.

Namun tingkat hunian turun menjadi 63 persen dari hampir 67 persen pada tahun 2019.

Perusahaan maskapai dan hotel-hotel di AS kini sedang bekerja keras menggembar-gemborkan kembalinya pelancong bisnis tahun ini, setelah banyak perusahaan menunda perjalanan selama pandemi Covid-19.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan