Derita Cristiano Ronaldo: Mimpi Piala Dunia Terancam Dihancurkan Manchester United

Cristiano Ronaldo kejar trofi Piala Dunia di akhir karirnya.

Diterbitkan 15 Agustus 2022, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kabar terakhir dari media Spanyol AS menyebut Ronaldo akhirnya memutuskan untuk bertahan di MU, setidaknya hingga bursa transfer tengah musim yang dibuka Januari 2023.

Salah satu alasannya adalah keinginan sang pemain untuk mencapai kondisi puncaknya ketika harus membela Portugal di Qatar.

Meski sudah tidak muda lagi, Ronaldo adalah pemain yang sangat penting untuk Portugal. Ia total mencetak enam gol dalam 10 pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu.

Pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos, pun tak putus-putus memuji anak asuhnya tersebut meski sedang mengalami fase buruk di MU dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Saya sudah mengatakannya berkali-kali, Cristiano adalah pemain terbaik di dunia. Keputusannya bertahan di Manchester United itu pilihannya. Saya tak perlu mengatakan apakah itu bagus atau buruk, itu keputusan pribadi," tegas Santos pada Juni lalu.

"Tidak banyak orang punya kesempatan bermain di Manchester United, salah satu klub terbesar di dunia. Itulah yang telah dilakukan Cristiano selama bertahun-tahun," lanjutnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Panas-Dingin Ronaldo dan Ten Hag

Satu lagi hal yang bisa menjadi gangguan Ronaldo dalam persiapan menuju Piala Dunia 2022 adalah hubungannya dengan pelatih anyar MU yaitu Erik Ten Hag, yang disebut-sebut oleh media tidak akur.

Sejak kedatangan Ten Hag, Ronaldo memang sudah menunjukkan tindakan tidak disiplin. Tidak seperti Ronaldo biasanya. Ia tidak hadir dalam ujicoba pramusim di Thailand dan Australia karena "masalah keluarga".

Lalu hubungan keduanya jadi pergunjingan setelah Ronaldo pulang duluan setelah diganti dalam uji coba terakhir lawan Rayo Vallecano.

Berita Ten Hag tidak senang dengan sikap Ronaldo menyebar di surat kabar. Tapi langsung dibantah.

Ten Hag dengan cepat angkat bicara. Menegaskan media telah salah mengutip perkataannya soal masalah tersebut karena tak hanya Ronaldo seorang yang pulang lebih dulu.

"Ada banyak pemain yang pulang, tapi perhatiannya selalu ke Cristiano Ronaldo. Itu bukan tindakan yang benar," ucap Ten Hag dalam jumpa pers.

Tapi kini media kembali "menggoreng" hubungan antara Ronaldo dan Ten Hag usai pertandingan lawan Brentford. Sang pemain disebut tidak ingin berjabat tangan dengan pelatihnya usai kekalahan memalukan tersebut.

Usai peluit panjang, Ronaldo langsung ke ruang ganti pemain. Tidak menemui Ten Hag yang berdiri di pinggir lapangan.

Ronaldo pantas kecewa melihat kualitas serangan, pertahanan dan transisi permainan MU yang memprihatinkan. Berdasarkan rating Sofascore, Ronaldo adalah pemain MU dengan rating tertinggi yaitu 7,2 tetapi gagal dapat dukungan rekan-rekannya.

Trio MU Portugal Harap Bantuan Rival

Yang bisa membuat Portugal khawatir adalah saat ini ada setidaknya tiga pemain andalan mereka yang memperkuat MU. Selain Ronaldo, ada Bruno Fernandes dan Diogo Dalot.

Performa Bruno dan juga Dalot masih kurang mengesankan di lini tengah juga belakang "Setan Merah".

Setelah sempat bersinar di bawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer, penampilan Bruno Fernandes melorot saat dipaksa bermain possession football. Hal ini dikhawatirkan berdampak saat diturunkan bersama Portugal.

Sementara Dalot malah dikabarkan bakal dibuang MU demi mendapatkan bek Barcelona, Sergino Dest. Padahal bek 23 tahun ini sebelumnya tampil solid saat membawa AC Milan kembali ke papan atas Serie A.

Padahal kedua pemain ini digadang akan jadi salah satu pilar andalan Portugal saat di Qatar nanti.

Tapi ketika skuad MU sedang melorot, Portugal bisa andalkan sosok penting lain seperti Bernardo Silva (Manchester City), Rafael Leao (AC Milan), Diogo Jota (Liverpool), hingga bek senior Pepe (Porto) yang masih akan dipanggil.

Pemain-pemain ini sudah membuktikan diri bisa menjadi sandaran Portugal ketika bintang-bintang MU sedang redup.

Lawan-Lawan Berat Portugal di Qatar

Di Piala Dunia 2022 nanti, perjuangan Ronaldo bersama Portugal tidak akan mudah karena akan bergabung dengan tim-tim kuat di Grup H yaitu Ghana, Uruguay dan Korea Selatan.

Ghana adalah salah satu wakil dari benua Afrika yang merebut tiket ke Qatar setelah mengalahkan negara favorit yang dipenuhi pemain berbakat, Nigeria.

The Black Star akan mengandalkan pemain-pemain di liga Eropa seperti Jordan Ayew (Crystal Palace), Benjamin Tetteh (Hull City), Baba Rahman (Chelsea) hingga Mohammed Kudus (Ajax).

Sementara Uruguay juga sudah pasti menjadi negara yang tak boleh dianggap remeh oleh Ronaldo cs.

Luis Suarez (Nacional), Darwin Nunez (Liverpool), Federico Valverde (Real Madrid), Jose Gimenez (Atletico Madrid), Ronald Araujo (Barcelona) hingga Fernando Muslera (Galatasaray), bisa membuat Uruguay hadirkan mimpi buruk untuk Portugal.

Pertandingan terakhir melawan Korea Selatan menjadi laga yang menarik untuk ditunggu. Karena yang duduk sebagai pelatih lawan adalah eks arsitek Portugal yaitu Paulo Bento, yang sudah pasti kenal betul gaya bermain Selecao Das Quinas.

Korsel saat ini jadi negara kuat di Asia Timur, hanya kalah dari Iran di dalam perolehan poin selama babak kualifikasi Piala Dunia.

Pemain level Eropa jadi tumpuan mereka seperti Hwang Ui-jo (Bordeaux), Lee Dong-gyeong (Schalke 04), Hwang Hee-chan (Wolves), Kim Min-jae (Napoli), Hwang In-beom (Olympiacos) hingga tentunya Son Heung-min (Tottenham Hotspur).

Kalau tidak berhati-hati, lawan-lawan ini bisa memulangkan Ronaldo lebih cepat dan pastinya membuyarkan harapannya untuk mempersembahkan gelar juara dunia pertama bagi Portugal, sekaligus menutup karirnya di tim nasional dengan sempurna.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan