Cukur Singapura 9-0, Strategi Sukses Timnas Indonesia U-16 Tekan Lawan Sejak Menit Awal

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti sudah menginstruksikan pemain untuk manfaatkan kelengahan pemain Singapura.

Diterbitkan 04 Agustus 2022, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sleman- Timnas Indonesia U-16 tampil digdaya lawan Singapura pada pertandingan fase grup di stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (3/8/2022). Timnas U-16 cukur Singapura 9-0 yang menjadi salah satu rekor gol terbesar di sejarah Piala AFF U-16.

Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti sudah meracik strategi yang tepat. Dia mengatakan, Indonesia sukses membungkam Singapura dengan skor super telak karena mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Garuda Asia tampil perkasa dan menekan sejak awal wasit meniupkan peluit. Muhammad Nabil Asyura menjadi pemain kunci dalam laga tersebut, dengan mencetak hattrick di menit ke-3’, 17’, dan 30’. Pemain ini pun juga tercatat dalam mencetak gol cepat.

"Memang kami instruksikan ke pemain, saat menit-menit awal, harus press lawan. Karena menit awal menit akhir itu waktu yang krusial dalam pertandingan. Kami manfaatkan saat tim lawan tak siap dan lengah," kata Bima Sakti seperti dilansir situs PSSI.

Gol-gol lain Timnas U-16 dicetak oleh Muhammad Kafiatur Rizky (35’, 43’), Mokh. Hanif Ramadhan (21’), M. Risky Afrisal (59’), Waliy Marifat pada menit ke-80 (p) dan satu gol lain dari I Komang Ananta Krisna Putra (90+2).

 

 

Modal Penting

 Bima Sakti menilai hasil dengan skor besar seperti itu menjadi modal penting bagi timnya untuk menatap satu pertandingan terakhir di Grup A, melawan Vietnam.

“Kami ucapkan syukur Alhamdulillah kami hari ini bisa menang. Mereka bisa jalankan taktik yang kami harapkan. Semoga dari hasil skor besar ini, mudah-mudahan menjadi modal untuk menatap pertandingan di hari Sabtu tanggal 6 Agustus,” jelasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Bima yang mantan pemain tim nasional era 90’an mengatakan juga melakukan rotasi pemain. “Ada beberapa pemain yang memang kita istirahatkan seperti Habil, Sutan Zaky karena saat pertandingan pertama mereka bekerja keras dan sedikit agak problem dengan cedera, maka diistirahatkan,” katanya.

 

Jangan Euforia

Walaupun menang besar, Bima tak ingin para pemainnya larut dalam euforia, dirinya berpesan kepada pemain, karena mereka semua akan menjalani karir hingga ke timnas Senior nantinya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya pikir ini pembelajaran untuk pemain, kami sebagai tim pelatih sudah mengedukasi mereka, beri ilmu agar mereka bukan hanya mendapatkan ilmu bola saja, tapi juga di luar lapangan. Itu sangat penting agar mereka. Kami edukasi mereka agar jangan cepat puas, jangan cepat sombong. Itu yang selalu kami sampaikan ke mereka sebelum pertandingan," katanya. "Artinya walau kita menang besar kita tak bisa cepat puas. Tidak boleh euforia terlalu besar. Kami berharap masyarakat pencinta sepak bola juga jangan terlalu memuji terlalu besar, karena tim ini masih banyak kekurangan. Harus banyak belajar lagi. Dan yang terpenting adalah berproses dengan baik. Untuk pertandingan Sabtu nanti kita harus lebih waspada karena Vietnam tim bagus. Semoga pemain-pemain bisa cepat dalam pemulihan. Kami memiliki dua hari masa recovery."

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan