Siapa Lisandro Martinez, Pemain yang Bikin MU Rela Keluarkan Uang Hampir Rp 1 Triliun

Lisandro Martinez lahir di sebuah kota Argentina bernama Gualeguay. Martinez bermain pertama kali bersama Newell's Old Boys, klub yang juga membesarkan nama seorang Lionel Messi. Martinez mengidolakan mantan pemain MU, Gabriel Heinze.

Diterbitkan 14 Juli 2022, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ajax Amsterdam mulai mendeteksi sang pemain setelah melihat permainan Martinez yang sangat bagus bersama Defensa y Justicia. Selama tiga tahun di Belanda, dia sudah memiliki julukan "The Argentine Butcher" atau dalam bahasa Indonesia indentik sebagai tukang jagal.

Ya, permainan yang tak kompromi membuat Martinez dijuluki seperti itu. Selama di Ajax, dia membuat 118 penampilan dengan 19 di kancah Liga Champions. Dia sudah bermain sebanyak 36 kali bersama sang juara Belanda tersebut.

Walaupun harus absen beberapa laga di akhir musim bersama Ajax, tapi Martinez juga sudah memiliki caps bersama timnas Argentina. Dia sudah memiliki tujuh caps bersama Argentina dan berharap dapat bermain di Piala Dunia 2022 Qatar nantinya.

Kenapa Arsenal dan MU Berebut Martinez?

Lisandro Martinez merupakan sosok yang dibutuhkan Arsenal. Juru taktik The Gunners Mikel Arteta menilai sang pemain bisa menjadi pemain ideal untuk bersaing dengan Gabriel Magalhaes di sisi pertahanan Arsenal.

Sayangnya, Meriam London hanya mampu menjanjikan panggung Liga Europa bagi Martinez. Hal yang sama juga akan didapat sang pemain timnas Argentina itu jika memilih bergabung dengan Manchester United.

Arsenal dan MU diketahui gagal menjaga asa untuk bermain di Liga Champions musim depan. Sebab, keduanya hanya mampu finis di peringkat lima dan enam klasemen akhir Liga Inggris 2021/2022.

Walau begitu, Manchester United punya satu keunggulan dibanding Arsenal. Skuad Setan Merah kini ditukangi Erik ten Hag yang sudah tahu pola permainan Martinez.

Kepindahan ke Old Trafford bakal memberi kesempatan bagi sang pemain untuk reuni dengan mantan pelatihnya di Ajax Amsterdam itu. 

Apakah Lisandro Martinez Tepat di Lini Belakang MU?

Lisandro Martinez performa luar biasa bersama Ajax di musim lalu Martinez memang tidak memiliki tinggi cukup menjulang bagi seoarang pemain bertahan.

Tapi, dengan gaya permainan yang agresif dan tanpa kenal kompromi, membuat banyak pihak yakin kalau Martinez dapat sukses jika bermain di Liga Inggris.

Manchester United memang memiliki banyak pilihan di sektor pertahanan mulai dari sang kapten Harry Maguire, Raphael Varane, Victor Lindelof, Eric Baily, Phil Jones dan juga Axel Tuanzebe. Praktis hanya nama Tuanzebe yang diproyeksi hengkang dari MU musim ini. 

Musim lalu, MU memang memasang nama Maguire dan Varane sebagai duet utama di lini belakang, lantas apakah Martinez dapat mengganti salah satu diantaranya?

Saat di Thailand, manajer Erik Ten Hag mengatakan timnya membutuhkan pemain tengah dan depan untuk timnya musim depan. Ini berarti Martinez dapat didorong sebagai gelandang bertahan, posisi lemah MU di musim lalu.

Sementara itu, dia bisa bermain sebagai dua center back, pasalnya pilihan semisal Varane yang sering cedera membuat Martinez berpeluang menggantikan. Ataupun performa buruk Maguire hingga Baily yang bermain naik turun.

Walaupun demikian, pemain asal Argentina memang serba bisa ditambah dengan relasi dengan Ten hag, kemungkinan hanya ten Hag yang mengetahui Martinez ditempatkan dimana.

 

Relasi dengan Ten Hag membuat Martinez Mudah Beradaptasi

Relasi Martinez dan Erik ten Hag dinilai bisa menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan sang pemain dalam bursa transfer musim panas tahun ini. Laporan TyC Sports menyebut Martinez kemungkinan bakal menolak tawaran Arsenal demi bersatu kembali dengan Ten Hag.

Ten Hag sangat menantikan kehadiran Martinez di Setan Merah. Pemain berusia 24 tahun tersebut dianggap mumpuni untuk memperkuat skuad racikannya di Old Trafford. Sang pelatih juga punya penilaian baik terhadap Martinez sejak dulu.

Dalam wawancaranya dua tahun silam, Ten Hag pernah memuji Martinez lantaran mampu memberi kontribusi positif bagi Ajax sejak didatangkan dari Defensa y Justicia pada 2019.

“Pada awal musim (2019/2020), kami mencari otak untuk (bermain di) lini tengah. Kami tahu Martinez pernah bermain di sana, tetapi bisakah dia melakukannya dalam sistem Ajax? Kami mencobanya, dan (ternyata) kami mendapati hal-hal baik,” ujar Ten Hag seperti dilansir Mirror. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Jefry Hutabarat, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan