Lama Tak Terdengar, Mantan Lawan Mike Tyson Bikin KO Pengunjung Restoran Hanya Sekali Pukul

Francis yang pernah menjadi lawan Mike Tyson kini bekerja sebagai petugas keamanan di restoran Boxpark di Wembley, Inggris.

Diterbitkan 15 Juni 2022, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Tim kami mengetahui rekaman yang tersebar secara online tersebut," dalam pernyataannya.

"Kami sedang mendalami insiden ini dan masih diselidiki polisi hingga kami tidak bisa banyak berkomentar. Kami ingin menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan pelanggan dan staf kami adalah prioritas nomor satu kami," pernyataan resmi Boxpark menambahkan. 

CEO Box Park, Roger Wade pada kesempatan terpisah, menilai Francois adalah sosok yang baik. Lewat akun LinkedIn-nya, Wade pun bercerita mengenai sosok Francois yang selama ini dikenalnya. 

"Terbangun dengan cerita viral tentang salah satu tim keamanan kami," tulis Wade. “Julius Francis adalah mantan juara tinju kelas berat Inggris, dia adalah salah satu orang terbaik yang pernah saya temui dan membantu melatih tinju anak-anak muda yang kurang mampu di waktu luangnya."

"Yang saya tahu, Julius dan tim keamanan butuh 15 menit untuk menghentikan pria ini dan teman-temannya yang telah melecehkan, meludah, dan memukul pelanggan dan staf kami. Mereka dengan hati-hati mengawalnya dari tempat itu di bawah provokasi dan kekerasan terus-menerus."

Selain CEO Box Park, pekerja lain di restoran tersebut juga membela Francois. "Dia hanya menjalankan tugasnya melindungi staf dan pengunjung lainnya," ujarnya kepada Standard.co.uk.  

Siapa Francois?

Julius Francois merupakan petinju kelas berat yang cukup tenar di era 90-an. Pria asal Inggris ini memenangkan 23 dari 48 pertandingan. Sepanjang karirnya, Francois telah bertemu nama-nama besar. Salah satunya adalah legenda tinju Ukraina, Vitali Klitschko pada tahun 1998 lalu.

Namanya semakin melambung saat Francois mendapat kesempatan bertemu Mike Tyson pada Januari tahun 2000. Keduanya bertanding di Manchester Arena, Inggris, Dalam duel ini, Francois harus mengakui ketangguhan Si Leher Beton setelah dipaksa mencium kanvas di awal ronde kedua. 

Setelah duel ini, Francois masih sempat merasakan dua kemenangan sebelum pensiun tahun 2006. Dia kemudian membuka pusat kebugaraan sebelum akhirnya berkeja sebagai tenaga keamanan. Pada tahun 2009 dia sempat tersandung kasus kriminal atas penyerangan terhadap pengendara mobil. Saat itu, dia mengaku telah meninju jendela mobil korban hingga pecahan kaca melukai wajahnya.

Menurut laporan, NewsShopper, dia dinyatakan bersalah dan diperintahkan melakukan 140 jam kerja sosial tanpa dibayar dan disuruh membayar kompensasi £200 kepada korban. Francis juga mengakuinya. Di pengadilan dia mengaku sangat menyesal telah melakukan tindakan bodoh itu. 

"Saya seharusnya tidak melakukan apa yang saya lakukan," katanya di Pengadilan Magistrat Bromley. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan