Ada Servis hingga Netting, Simak 6 Teknik Dasar dalam Permainan Bulu Tangkis!

Simak macam-macam teknik dasar dalam olahraga bulu tangkis melalui artikel berikut ini!

Diterbitkan 27 Maret 2022, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saat ingin melakukan pukulan lob, pastikan badan berdiri dengan rileks. Tempatkan tubuh di belakang shuttlecock dengan satu kaki berada di depan. Letakkan tumpuan berat badan pada kaki bagian belakang. Pukul shuttlecock dengan mengayunkan raket ke arah depan bagian atas. Lanjutkan gerakan dengan meluruskan tangan sepenuhnya.

3. Smash

Smash merupakan pukulan yang dilakukan dengan sekuat tenaga dari posisi atas, sehingga shuttlecock menukik di bawah bidang permainan lawan. Teknik dasar ini umumnya dimanfaatkan untuk mematikan pergerakan dan mengambil poin.

Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, pemain perlu memiliki kekuatan otot kaki, bahu, dan lengan; fleksibilitas pergelangan tangan; serta koordinasi gerak yang harmonis ketika ingin mempraktikkan teknik dasar smash.

Gerakan smash dapat dilakukan dalam posisi berdiri, diam, atau sambil meloncat. Terdapat sejumlah variasi smash dalam permainan bulu tangkis, seperti smash penuh, smash potong, backhand smash, dan smash melingkat di atas kepala.

4. Dropshot

Dropshot merupakan pukulan yang dilakukan dengan menempatkan bola tipis di dekat net bidang permainan lawan. Hampir sama dengan smash, pukulan jenis ini juga ditujukan untuk menyerang. Perbedaannya terletak pada tenaga yang dikeluarkan saat melakukan pukulan.

Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, smash umumnya dilakukan dengan kekuatan penuh, sementara dropshot hanya dipraktikkan dengan dorongan. Dropshot dikatakan ideal jika shuttlecock jatuh dekat net dan tidak melebihi garis ganda.

Pukulan dropshot akan makin mematikan jika disertai dengan gerak tipu yang mengecoh lawan. Teknik ini sering diterapkan dalam permainan ganda di turnamen-turnamen bulu tangkis berskala internasional.

5. Drive

Drive adalah jenis pukulan cepat dengan arah mendatar. Teknik dasar ini digunakan untuk menyerang atau mengembalikan shuttlecock secara cepat, dengan arah lurus atau menyilang. Meneurut  modul resmi Kemdikbud, drive dapat dilakukan dengan forehand atau backhand.

Pukulan drive bermanfaat untuk mempercepat tempo permainan serta menurunkan shuttlecock serendah-rendahnya, sampai mendekati net. Teknik ini tak jarang membuat lawan kesulitan mengembalikan shuttlecock, sehingga bola menyangkut di net dan gagal menyeberang ke bidang permainan oposisi.

Lebih lanjut, drive juga dapat menjadi alternatif ketika pemain tak punya kesempatan untuk melakukan overhead. Teknik dasar ini pun dapat digunakan sebagai strategi untuk mengacaukan posisi lawan.

Pemain yang ingin mempraktikkan teknik drive idealnya terampil memainkan grip (pegangan) raket, menguasai gerak refleks yang cepat, serta memiliki kekuatan di pergelangan tangan.

6. Netting

Netting merupakan pukulan pendek yang dilakukan secara pelan di depan net. Teknik dasar ini bertujuan untuk menempatkan bola setipis mungkin di dekat net bidang permainan lawan.

Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, netting acap kali membuat pemain lawan kewalahan. Kondisi tersebut pada gilirannya bakal mengurangi tingkat akurasi dan kecermatan saat mengembalikan shuttlecock.

Pemain perlu memiliki keahlian cukup saat ingin mempraktikkan teknik dasar netting. Pasalnya, gerakan in dikategorikan sebagai jenis pukulan sulit dalam olahraga bulu tangkis. Alih-alih mengerahkan tenaga, pemain harus bersikap tenang dan menggunakan perasaan ketika memukul bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan