Sukses

Bola Ganjil: Eksentrik, Aksi Telanjang Kiper Inggris Mengejar Wasit

Liputan6.com, Jakarta - Kiper adalah posisi unik. Mereka harus piawai menggunakan tangan dalam olahraga bernama sepak bola.

Para penjaga gawang juga mengenakan seragam berbeda dari rekan setim. Mereka tidak membutuhkan kecepatan atau stamina. Sebagai gantinya, kiper lebih mengedepankan fokus dan kesabaran.

Tidak banyak yang mau menjadi kiper. Namun, ada beberapa sosok dunia yang mengisi pos tersebut. Filsuf Albert Camus, sastrawan Vladimir Nabokov, Paus Yohanes Paulus II, hingga tokoh revolusioner Che Guevara menjadi kiper saat bermain bola.

Nama-nama itu makin menunjukkan betapa istimewanya para penjaga gawang. Karakter individu-individu tersebut juga unik dibanding pemain lain. Jorge Campos atau Rene Higuita adalah beberapa contohnya.

Di Inggris ada Willie Foulke yang kisahnya menarik perhatian.

2 dari 4 halaman

Habiskan Sarapan 11 Porsi

Hidup Foulke bercampur antara fakta dan mitos. Dia menjadi subyek nyanyian suporter karena tubuhnya yang gemuk. Berbagai laporan menyebut Foulke memiliki bobot 152 kg.

Salah satu alasannya mungkin karena kegemarannya makan. Foulke dilaporkan pernah menghabiskan jatah sarapan seluruh rekannya alias 11 porsi. 

Insiden lain menunjukkan betapa eksentriknya Foulke. Dia mempertanyakan legalitas gol penyama kedudukan Southampton pada final Piala FA 1902.

Usai laga, Foulke meninggalkan kamar ganti dalam keadaan telanjang untuk mengkonfrontir wasit Tom Kirkham. Dia mengejar sang pengadil yang bersembunyi di ruang menyimpan alat pembersih.

Sejumlah ofisial FA harus turun tangan melindungi Kirkham dari amuk Foulke.

 

3 dari 4 halaman

Anak Gawang

Foulke juga temperamental. Jika melihat rekannya tidak berusaha keras, dia melancarkan protes dengan meninggalkan lapangan.

Penyerang lawan yang membuatnya kesal juga jadi sasaran. Memiliki postur raksasa, Foulke tanpa kesulitan mengangkat dan melempar mereka ke dalam gawang.

Sosok kelahiran 12 April 1874 ini juga menjadi inspirasi lahirnya anak gawang. Ketika dirinya membela Chelsea, klub menempatkan dua anak kecil di belakang gawang untuk mengganggu konsentrasi lawan.

Para bocah itu sesekali memungut dan mengembalikan bola ke Foulke ketika meninggalkan lapangan.

Setelah pensiun, Foulke mengisi kesibukan dengan bekerja di Taman Hiburan Blackpool pada permainan Taklukkan Kiper. Dia menjaga gawang menghadapi pengunjung yang mencoba mencetak gol.

4 dari 4 halaman

Karier Foulke

Foulke menghambiskan mayoritas karier bersama Sheffield United. Dia membantu klub menjuarai Liga Inggris 1897/1898 serta Piala FA 1898/1899 dan 1901/1902.

Juga memperkuat Chelsea dan Bradford City, Foulke meninggal dunia di usia 42 tahun. Sirosis atau gangguan hati didiagnosis jadi penyebab ajalnya.