Pernah Jadi Korban Perundungan, Canelo Alvarez Kini Juara Dunia Tinju dengan Harta Berlimpah

Saul Canelo Alvarez pernah menjadi korban perundungan saat masih kecil.

Diterbitkan 09 November 2021, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski demikian, warna rambutnya membuat Alvarez menjadi korban perundungan di masa kecilnya. Teman-temannya mengolok-olok dia dengan sebutan "Jícama con Chile", yang kalau diterjemahkan menjadi jicama dengan bumbu cabe, salah satu cemilan yang cukup populer di Meksiko saat itu.

Layaknya petinju pada umumnya, Alvarez mengawali karier dari amatir. Dia mulai mengenakan sarung tinju saat berusia 13 tahun tidak lama setelah menyaksikan debut kakaknya di tinju profesional.

Kariernya terbilang mulus dengan 44 kali kemenangan dan dua kali kalah. Pada usia 15 tahun, dia kemudian beralih ke tinju profesional dan mulai mengumpulkan satu per satu gelar juara dunia.

Sepanjang kariernya, Alvarez bertarung di lima kelas berbeda, mulai dari welter, menengah ringan, menengah, menengah super, dan kelas berat ringan. Dia kemudian berhasil merebut gelar juara dunia di empat kelas berbeda, mulai dari menengah ringan hingga berat ringan. Dan kemenangan TKO atas Plant mengantarkan petinju 31 tahun itu menjadi juara sejati pertama untuk kelas menengah super.

Atlet Terkaya Keempat di Dunia

Kesukesan di arena tinju membuat kehidupan Canelo Alavarez berubah. Kekayaannya menumpuk.

Menurut Forbes, kekayaan bersih Alvarez hingga Juli lalu mencapai 94 juta USD atau setara Rp1,3 Triliun. Dia merupakan atlet dengan bayaran tertinggi keempat setelah Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar. Kontrak Alvarez dengan DAZN saat itu, sempat menjadi kontrak terbesar yang ditandatangani atlet manapun sebelum Mike Trout menandatangani kontrak 12 tahun senilai $430 juta dengan Angels. Dan menurut Celebrity Net Worth, kekayan bersih Alvarez mencapai 120 juta USD. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan