Sepenggal Kisah Yani Malhendo, Petinju Indonesia yang Bikin Pacquiao 'Kabur'

Padahal Manny Pacquiao dan Yani Malhendo sudah menyelesaikan timbang badan cek kesehatan.

Diperbarui 26 Agustus 2021, 19:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saat itu saya bilang tidak bisa, karena saya datang untuk bertemu Pacquiao," Yani menambahkan.

Perbincangan berlangsung alot. Namun kubu Yani akhirnya mengalah dan bersedia bertanding melawan petinju lain dengan catatan, bayaran dinaikkan menjadi 4500 USD.

"Kami akhirnya sepakat, daripada tidak bertanding sama sekali," kata Yani.

Yani mengaku tidak mengetahui persis alasan Pacquiao mundur dari pertandingan itu. Hanya saja dia yakin bila duel tetap berlangsung, Pacquiao tidak akan mampu bertahan lama.

"Ronde ketiga bisa KO. Saat itu dia masih muda sekali, masih 18 atau 19 tahun. Belum matang. Apalagi, saat bertemu Ippo Gala saya bisa menang KO," beber Yani.

Berhubungan Baik

Ippo Gala juga asal Indonesia. Dia pernah bertandingan melawan Pacquiao di Manadaluyong, 27 Juli 1996. Dalam laga tersebut, Ippo kalah TKO ronde kedua dari 10 ronde yang direncanakan. Dua tahun kemudian, Ippo lalu bertemu Yani pada perebutan gelar WBC Internasional dan kembali kalah KO. 

Yani akhirnya bertanding melawan pengganti Pacqiao, Joes Makad dan menang ronde kedua. 

Meski gagal bertemu di atas ring, hubungan Yani dan Pacquiao kabarnya tetap terjalin dengan baik. Dalam wawancara pengamat tinju Indonesia, Finon Manullang, yang dilansir dari situs Rondeaktual.com, disebutkan bila Yani dan Manny Pacquiao masih kerap berkomunikasi. 

Saat hendak bertarung melawan Juan Manuel Marquez di Las Vegas, Pacquiao pun katanya sempat mengundang Yani. "No Money, aku jawab seperti itu. Terus Pacquiao mau kasih tiket pesawat, tapi aku bilang tidak usah," kata Yani yang juga mengaku sempat dicari Pacquiao saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu kemudian. Saat itu, menurut Yani, Pacquiao hendak bertemu dengan salah seorang warga negara Filipina, Mary Jane Fiesta yang terancam hukuman mati akibat penyelundupan heroin.

"Seorang reporter televisi menghubungi saya kemudian menyambungkan teleponnya kepada Manny. Dia mengira saya berada di Jakarta. Saya bilang saya di Surabaya, bukan di Jakarta," kata Yani.

 

 

 

Biodata

Nama: M. Yani. ( Yani. Malhendo)

Lahir: Bima NTB, 8 September 1968

Pekerjaan saat ini: Wiraswasta

Titel Kejuaraan:

- Juara nasional3 kelas berbeda

- Juara IBF Internasional kelas terbang yunior

- Juara WBC Internasional kelas bantam yunior

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan