[Kolom] Final Copa America 2021: Tenang Saja Messi, Tak Usah Pedulikan Kutukan Itu...

Messi sukses membawa Argentina ke final Copa America 2021 menantang Brasil.

Diperbarui 10 Juli 2021, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cepat betul Lionel Messi menyergap kiper Argentina, Emiliano Martinez. Begitu sang kiper sukses mementahkan tendangan penalti pemain Kolumbia Edwin Cardona, Messi dari tengah lapangan langsung berlari ke arahnya dan seketika memeluk Emi, panggilan Martinez.

Tidak cuma memeluk, Messi dengan mesranya nemplok dalam dekapan Martinez, seperti seorang bocah yang meminta gendong kepada ibunya yang baru pulang dari pasar.

Begitu senangnya, begitu bahagianya Messi, sampai tak memedulikan Martinez yang menangis sesegukan menahan haru. Sungguh momen yang mengharukan, sekaligus canggung.

Itu sekelumit adegan di akhir laga semifinal Copa America 2021 antara Argentina dengan Kolumbia di Stadion Nasional Mane Garrincha, Brasilia, Brasil, yang berakhir dengan adu penalti, Kamis 8 Juli 2021.

Penyelamatan Martinez itu memang penting. Tangkisan Martinez memastikan Argentina melangkah ke final Copa America 2021 menantang Brasil. Sebelumnya, dalam masa normal 90 menit, kedua tim bermain imbang 1-1.

Tak hanya sekali, selain menahan tendangan Cardona, Martinez juga sukses mementahkan tendangan pemain Kolumbia lainnya, Davinson Sanchez dan Yerry Mina.

Bagi Messi, memastikan langkah Argentina ke final memang penting. Ini adalah kesempatan terbaiknya untuk memberikan gelar terhormat bagi Argentina. Harap maklum, kini usia Messi sudah tidak muda lagi, 34 tahun.

Messi seperti geregetan untuk membuktikan kehadirannya di Timnas Argentina juga bisa memberikan gelar. Apalagi, khusus di ajang Copa America, Argentina sudah lama sekali tak jadi kampiun. Terakhir mereka juara di ajang ini pada tahun 1993, saat Messi masih berusia enam tahun!

Sudah bukan rahasia lagi, kiprah Messi di Argentina memang sepi prestasi. Sejak melakukan debut bersama timnas Argentina senior pada 2006, Messi hanya mampu membawa Tim Tango berjaya di gelaran Olimpiade 2008. Mereka waktu itu meraih medali emas usai di final mengalahkan Nigeria 1-0.

Memang, Messi pernah membawa Argentina jadi juara dunia pada 2005. Tapi itu masih pada level junior, yaitu Piala Dunia U-20, yang ketika itu digelar di Belanda.

Saksikan Video Copa America 2021 di Bawah Ini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di luar itu, Messi selalu gagal mempersembahkan gelar setiap membela Argentina di ajang besar, seperti Copa America atau Piala Dunia. Padahal, Messi pernah merasakan empat final bersama Tim Tango di dua ajang besar itu. Final pertama Messi bersama Argentina di ajang Copa America, pada 2007, saat kalah 0-3 dari Brasil. Kemudian berturut-turut di Copa America 2015 dan 2016, Messi dan Argentina kalah dari lawan yang sama di final, Chile. Kedua-duanya lewat adu tendangan penalti. Kesialan Messi bersama Argentina berlanjut di ajang Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, "Tim Tango" ditekuk Jerman 0-1 di final.   Menariknya, prestasi Messi di level klub bertolak belakang dengan kiprahnya di timnas Argentina. Bahkan boleh dibilang bagaikan langit dan bumi.   Belum lagi jika dihitung kegagalan Messi membawa Argentina ke partai puncak. Seperti di Piala Dunia 2006, 2010, dan 2018, misalnya. Di tiga Piala Dunia itu, paling bagus Messi hanya mampu membawa Argentina ke babak perempat final. Sementara di gelaran Copa America 2007, 2011, dan 2019, paling bagus Messi hanya mampu membawa "Tim Tango" ke semifinal. Menariknya, prestasi Messi di level klub bertolak belakang dengan kiprahnya di timnas Argentina. Bahkan boleh dibilang bagaikan langit dan bumi. Hampir 17 tahun bersama klub Spanyol, Barcelona, Messi sukses mempersembahkan tak kurang dari 34 gelar! Termasuk 10 gelar La Liga dan 4 gelar Liga Champions. Tak heran, banyak yang menyebut Messi seperti berada dalam kutukan saat membela Timnas Argentina. Namun, kutukan itu tak berlaku saat La Pulga, julukannya, berseragam Barcelona. Ya, bersinar di klub, namun terpuruk bersama timnas.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan