Hiburan Mahal di Masa Pagebluk Itu Bernama Piala Menpora 2021

Selama pandemi Covid-19 semua aktivitas sepak bola dihentikan. Kompetisi di Indonesia kembali bergulir dengan mengedepankan kebiasaan baru, yang diawali dengan Piala Menpora 2021.

Diterbitkan 05 April 2021, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak ada kuota untuk suporter dan yang hadir di stadion tidak boleh melebihi dari 300 orang, untuk mencegah suporter datang atau nobar Hanif menyebut pihaknya terus melakukan kampanye dengan heseteg #DukungDariRumah.

Simak Video Menarik Piala Menpora 2021

Utamakan Protokol Kesehatan

"Kompetisi ini (Piala Menpora 2021) digulirkan namun dengan pengetatan protokol kesehatannya. Kita tidak akan mengambil resiko terhadap pandemi Covid-19 ini. Kampanye #DukungDariRumah dan tidak mengadakan nobar terus kami gelorakan, semua yang terlibat dalam kompetisi kami ajak mengkampanyekannya," kata Hanif kepada Liputan6.com saat hadir pada laga Grup D Piala Menpora 2021 di Sleman, Senin (5/4/2021).

Hanif menyebut jumlah yang bisa masuk stadion pun tidak melebihi 300 orang, bahkan jumlah media yang hadir pun dibatasi. "Kita lihat kan, media yang hadir hanya 20 orang tulis dan 5 sampai 10 fotografer di lapangan. Sebelum pertandingan semua wajib jalani test swab antigen, sejauh ini semua berjalan lancar. Kita berdoa bersama-sama semoga kompetisi selesai sempurna tanpa ada kendala,” ucapnya.

Ia menyebut, pengetatan itu juga berlaku untuk semua pemain yang berlaga. Di mana setiap usai bertanding waktu mandi di ruang ganti, ditiadakan. “Aturannya semua pemain usai bertanding tidak diperbolehkan mandi di ruang ganti. Jadi pemain langsung ganti baju lalu naik bis dan menuju hotel, nanti di sana (hotel) mereka baru boleh mandi. Kita benar-benar menerapkan pengetatatan prokes di Piala Menpora 2021 ini,” ujar dia.

Di sisi lain, kompetisi Piala Menpora yang resmi digulirkan sejak 21 Maret 2021 lalu menjadi hiburan mahal untuk para pecinta sepak bola tanah air.

Di luar arena kompetisi yang megah tanpa penonton itu, jutaan pasang mata menikmati pertandingan dari televisi. Ya, mereka adalah para supporter fanatik dari tim-tim yang tengah bertanding di ajang Piala Menpora. Mereka menahan diri untuk tidak hadir atau bahkan sekedar untuk nonton bareng tidak mereka lakukan, hal itu semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Kepatuhan Para Suporter

Kendati, hasrat untuk tetap hadir di stadion sangat besar, namun kepatuhan mereka patut diacungi jempol. Salah satunya Wahyu, Pendukung Persija Jakarta yang tinggal di Jakarta Selatan ini kepada penulis mengatakan hasrat nekat datang ke stadion demi melihat tim kesukaannya berlaga sangat tinggi. Namun, dirinya mengaku hal itu tak akan pernah dilakukannya dia memilih menonton pertandingan dari layar televisi. 

"Walau gak bisa hadir mendukung Persija Jakarta di stadion, kami senang dengan adanya kompetisi ini (Piala Menpora). Semoga aksi ini bisa membuat pemerintah dan federasi mengabulkan harapan kami agar Liga 1 kembali digulirkan. Kita paham aturan kok, apalagi kampanyenya kan harus dukung tim dari rumah. Ya, harus di rumah aja,” ujar dia.

Menurutnya, datang ke stadion dan berkumpul dengan banyak suporter adalah beresiko di tengah pandemi Covid-19. Maka, ia memutuskan lebih bersabar menikmati kompetisi dengan kebiasaan baru melalui tayangan televisi. “Kita suporter kayaknya harus memulai kebiasaan baru juga. Karena gak memungkinkan untuk mendukung tim kesayangan seperti dulu sebelum adanya pandemi kayak gini," katanya.

Ia menambahkan di tengah pandemi Covid-19 ada kompetisi itu sudah menjadi kabar baik untuk dirinya dan semua pecinta sepak bola tanah air. Kendati tak bisa menonton langsung di stadion, baginya hal itu tak menjadi masalah. 

"Kompetisi ini adalah hiburan mahal untuk masyarakat khususnya kita para supporter di mana pada akhirnya kita bisa menikmati sepak bola lagi walaupun dalam suasana yang sangat berbeda seperti biasanya,” tutur Wahyu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dewi Divianta, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan