Bola Ganjil: Ketika Masyarakat Paris Mendukung Kuda Hitam

Paris identik dengan kemewahan. Namun, masyarakat ibu kota Prancis itu juga pernah mendukung klub kuda hitam. Simak kisahnya.

Diterbitkan 29 Januari 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Angouleme memanfaatkan situasi ini dan mendatangkan enam pemain eks Racing Club, yakni Pierre Phelippon, Michel Polrot, Max Samper, Edouard Halberda, Jean-Pierre Miredin, Umberto Melloni, dan Michel Polrot.

Tersingkir Tragis

Kehadiran mereka membuat masyarakat Paris mendukung Angouleme. Terlebih Angouleme menorehkan kisah Cinderella.

Berturut-turut mereka mengalahkan Nantes (2-1) dan Lens (2-0) yang satu kasta lebih tinggi. Angouleme lalu menghadapi Lyon di semifinal.

Tertinggal 1-3 di laga pertama, Angouleme mampu mengejar dan memaksa replay. Kedua tim kembali bermain sama kuat 1-1 sehingga duel ketiga harus digelar, yang juga berkesudahan dengan skor serupa.

Ketika itu Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menerapkan maksimal replay hanya dua partai. Dengan adu penalti belum diterapkan, pemenang duel ditentukan melalui koin. Kapten Angouleme Yvon Goujon salah menebak sisi dan Lyon ditetapkan sebagai pemenang.

Simpati untuk Angouleme

Keputusan FFF secara logika bisa dimengerti. Menggelar pertandingan replay tanpa kepastian berpotensi merugikan. Penggunaan koin pun dipahami karena praktik tersebut juga diterapkan di negara lain.

Namun, FFF tetap mendapat kritik pedas dari suporter dan jurnalis karena mengakhiri mimpi Angouleme.

Pada akhirnya suporter dan Angouleme harus menerima keputusan. Sehari sebelum final, Menteri Pemuda dan Olahraga Prancis mengirim surat simpati kepada Presiden Angouleme. Dia berjanji bakal mendorong FFF untuk mencari solusi lebih baik di masa depan demi menemukan pemenang.

Sementara aksi penonton usai laga Lyon vs Sochaux merupakan bukti kalau masyarakat Paris tidak melulu tertarik dengan gemerlap sepak bola. Kisah klub kecil juga bisa menarik hati mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan