Mengenang Larry King, Presenter Legendaris yang Mengagumi Kehidupan Atlet

Larry King memetik pelajaran penting dari kehidupan atlet.

Diperbarui 26 Januari 2021, 23:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Selama hampir enam dekade, Larry King telah berbicara dengan lebih dari 50 ribu narasumber dari berbagai sisi kehidupan. Bertemu Dalai Lama hingga Frank Sinatra, dari Nelson Mandela hingga Madonna, dan seluruh presiden Amerika Serikat sejak era Gerald Ford hingga Barack Obama. 

Namun bertemu atlet selalu mendapat tempat tersendiri bagi Larry King. Memberikannya pelajaran hidup berharga yang akan dibawanya sampai mati. 

Larry King telah berpulang. Pembawa acara legendaris asal Amerika Serikat itu meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (23/1/2021) waktu setempat. Larry King wafat di usia 87 tahun setelah sepekan sebelumnya diketahui sempat terjangkit COVID-19. 

Ora Media, perusahaan yang menaungi Larry, menyampaikan kabar duka ini lewat akun Twitternya. Sementara, pihak keluarga mengenang kembali peran penting Larry di tengah-tengah mereka. 

"Semua orang tahu Larry adalah broadcaster yang luar biasa, tapi bagi kami dia adalah seorang ayah," bunyi sebagian dari pernyataan pihak keluarga seperti dikutip dari CNN. 

Nama Larry King melambung sejak dia membawa acara Larry King Live Show di CNN. Acara talkshow ini sempat merajai rating televisi di Amerika Serikat dan memiliki penonton yang luar biasa. Di puncak kesukesannya, Larry King Show pernah menyedot lebih dari 1,5 juta penonton dalam semalam. 

Saat episode terakhir bersama Larry tahun 2010 lalu, Larry King Show menjadi acara talkshow terlama yang dipandu oleh host yang sama. Larry akhirnya pensiun setelah 25 tahun berkarya di CNN. 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Berawal dari Radio

Larry King lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 19 November 1933. Orangtuanya merupakan imigran Yahudi yang memutuskan pindah dari Belarusia ke Amerika Serikat pada tahun 1930 lalu.

Dalam beberapa wawancara, Larry mengaku sudah tertarik dengan dunia broadcasting sejak masih anak-anak. Keinginan menjadi penyiar tumbuh seiring dengan rasa ingin tahunya yang besar. Larry sebelumnya mengaku selalu menanyakan apa saja ke siapa saja. "Bahkan usai menyaksikan pertandingan bisbol saya tidak pernah meminta tanda tangan seperti teman-teman lainnya," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya lebih suka mengajukan pertanyaan kepada mereka. Saya ingin tahu kenapa mereka melakukan ini-itu saat pertandingan," ujar Larrry dalam sebuah wawancara 2018 lalu. Larry tidak pernah memasuki jenjang perguruan tinggi. Setelah tampat dari sekolah menengah atas, dia memilih pindah ke Miami, Florida dan tinggal bersama pamannya pada era 50-an. Dia terdorong meninggalkan rumah setelah bertemu dengan penyiar CBS yang menganjurkannya pergi ke Miami. Saat itu, industri radio sangat berkembang di Florida. Larry mengawali kariernya dari stasiun radio Miami WAHR (sekarang WMBM) di Miami Beach. Namun awalnya, tugas Larry bukan penyiar. Dia diminta untuk membersihkan stasiun radio dan melakukan beberapa pekerjaan aneh lainnya. Titik terang mulai terlihat pada saat satu penyiar laki-laki mereka berhenti pada Mei 1957. King pun dimasukkan untuk menggantikannya. Dia tampil mengesankan dan dipromosikan untuk siaran pada shift siaran 09:00 sampai tengah hari. Dia juga memegang dua siaran berita sore dan sebuah sportscast. Untuk pekerjaan ini, Larry menerima gaji USD 55 seminggu. Saat pertama kali mengudara, King masih menggunakan nama aslinya, Larry Zeiger. Namun karena kurang terdengar akrab di telinga pendengar, dia pun menyematkan nama ‘King’ sebagai nama radio-nya —setelah terinspirasi iklan ‘King’s Wholesale Liquor’. King Show yang dipandu Larry semakin populer dan mendapat perhatian dari media lokal di Miami. Pada tahun 1978, Larry mulai merambah ke dunia televisi dan memandu acara nasional Larry King Show sebelum akhirnya bergabung dengan CNN sebagai pembawa acara Larry King Live, 1985.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan