Investigasi Kematian Maradona : Kesaksian Janggal Orang-Orang Dekat Si Tangan Tuhan

Kematian Diego Maradona menyeret sejumlah nama ke dalam pusaran kontroversi.

Diperbarui 01 Desember 2020, 21:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun hasil penyelidikan justru menemukan kalau Diego Maradona tidak pernah menyentuh sarapannya. Dia tidak makan apapun sebelum meninggal dunia, dan roti lapis di samping tempat tidur yang diduga merupakan sisa makan malam sebelumnya juga belum disentuh sama sekali. 

Masih banyak kejanggalan yang belakangan menyelimuti kepergian Maradona. Keterangan perawat Maradona juga diketahui tidak konsisten. Sebelumnya, dia mengatakan sempat melihat Maradona masih bernapas pada pukul 06.30 dan 9.20. Namun belakangan dia juga mengaku telah berbohong dan menyatakan tidak pernah mengecek kondisi Maradona sebanyak dua kali. 

Nama lain yang juga ikut terseret dalam pusaran kontroversi kematian Diego Maradona adalah Leopoldo Luque. Dikter bedah sepsialis saraf itu juga tengah dalam penyelidikan polisi.

Ketenangan Luque mulai terusik saat putri-putri Maradona, Dalma, Gianinna dan Jana mengungkapkan keprihatinan mereka atas buruknya tindakan medis yang diperoleh ayahnya saat mengalami serangan jantung di Tigre. 

Menurut mereka, pertolongan datang terlambat meski sudah dihubungi berkali-kali. Pengacara keluarga Maradona, Matias Morla, juga mengklaim ambulans baru datang satu setengah jam kemudian. Karena itu dia meminta agar dilakukan investigasi atas kematian El Diego.

Pihak kepolisian segera merespons dan melakukan penyelidikan. Sebanyak 30 orang dikirim untuk menggeledah kediaman Luque. Sementara 20 lainnya ditugaskan mengumpulkan bukti di kliniknya.

 

Meninggal saat Tidur

Pihak bewajib belum banyak berkomentar. Namun  sebelum penggeledahan pada Minggu pagi, jaksa di San Isidro, dekat Buenos Aires, menyatakan kalau mereka tengah menyelidiki dr Luque.  

Laporan pendahuluan post-mortem menetapkan bahwa penyebab kematian Maradona adalah "edema paru akut dan gagal jantung kronis". Sementara laporan toksologi masih menunggu diajukan.

Luque tentu kaget dengan penyelidikan ini. Dia mengaku tidak menyembunyikan apapun dari kematian Maradona. Sebaliknya, Laque berkata telah berusaha melakukan yang terbaik menolong Maradona. 

"Anda tahu saya bertanggung jawab untuk apa? ujarnya sembari menahan air mata dalam wawancara, Minggu malam setelah penggeledahan dilakukan, seperti dilansir dari thenationalnews.

"Karena telah mencintainya, karena telah merawatnya, karena telah memperpanjang hidupnya, karena telah menjaganya sampai akhir. "Dia (Diego Maradona) seharusnya pergi ke pusat rehabilitasi. Dia tidak mau. Akulah orang yang merawatnya," ujar dr Luque menambahkan.

"Saya bangga atas apa yang sudah saya lakukan. Tidak ada yang saya sembunyikan. Saya siap membantu menegakkan keadilan."

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan