Sukses

Maradona Sudah Bisa Menari Usai Operasi Otak

Liputan6.com, Jakarta - Diego Maradona dirawat di rumah sakit Ipensa, Kota La Plata, Argentina, sejak Senin (2/11/2020) lalu. Keesokan harinya, legenda Napoli dan timnas Argentina itu harus menjalani operasi.

Maradona dikabarkan mengalami anemia dan dehidrasi berat. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, dia dilaporkan menderita pembekuan darah di otak atau biasa disebut hematoma subdural.

Dokter pribadi Maradona sekaligus ahli bedah saraf Leopoldo Luque menyebut operasi berjalan lancar. Jumat (6/11/2020), Luque mengabarkan kondisi teranyar mantan pemain Barcelona itu.

"Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa Diego baik-baik saja," kata Luque, yang mengoperasi Maradona kepada wartawan seperti dikutip Football Italia.

"Tomografi yang dia alami juga berjalan dengan baik. Dia bahkan menari. Ya, dia menari."

2 dari 4 halaman

Tetap di Rumah Sakit

Meski kondisinya sudah baik-baik saja, Maradona akan tetap di rumah sakit selama beberapa hari lagi. "Jadi kami pikir dia harus tetap di sini, itu yang terbaik untuk Diego dan dia tahu itu," ucap Luque.

"Kami harus berhati-hati, karena kami masih dalam masa setelah operasi."

"Jelas bahwa dia tidak memiliki komplikasi neurologis. Ada parameter lain yang kami tunggu untuk menilai karena ini masih sangat awal tetapi pemulihannya sejauh ini sangat baik," pungkas Luque.

 

 

3 dari 4 halaman

Masalah Kesehatan

Sejak pensiun pada 1997, Maradona kerap mengalami masalah kesehatan. Pemenang Piala Dunia 1986 bersama Argentina itu pernah dirawat di rumah sakit pada Januari 2019 akibat pendarahan internal di perut.

Sebelumnya pada 2004 silam, Maradona dilarikan ke rumah sakit karena penyakit jantung dan pernapasan parah terkait kecanduan narkoba. Pria yang dikenal dengan gol tangan Tuhan itu juga pernah menjalani operasi bypass lambung untuk mengontrol berat badannya dan melakukan perawatan untuk penyalahgunaan alkohol.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Diego Maradona di Bawah Ini